Arab Pecah Belah, Potret Massa Houthi Yaman Minta Arab Saudi Dibom

1 jam yang lalu 3
ARTICLE AD BOX

Ribuan penduduk memadati Lapangan al-Sabeen setelah Houthi nan didukung Iran menyerukan demonstrasi besar menyuarakan balas dendam ke Arab Saudi.

Seorang anak laki-laki melambaikan bendera Iran saat berasosiasi dengan pendukung Houthi dalam demonstrasi menentang serangan udara di Bandara Internasional Sanaa, di Sanaa, Yaman, 13 Juli 2026. (REUTERS/Khaled Abdullah)

Seorang anak laki-laki melambaikan bendera Iran saat berasosiasi dengan para pendukung Houthi dalam tindakan unjuk rasa di Sanaa, Yaman, Senin malam. Ribuan penduduk memadati Lapangan al-Sabeen setelah Houthi nan didukung Iran menyerukan demonstrasi besar menyusul dugaan serangan udara Arab Saudi terhadap Bandara Internasional Sanaa. (REUTERS/Khaled Abdullah)

Para pendukung Houthi meneriakkan slogan-slogan saat mereka berdemonstrasi menentang serangan udara di Bandara Internasional Sanaa, di Sanaa, Yaman, 13 Juli 2026.

Sebelumnya pada hari nan sama, Houthi nan menguasai sebagian besar wilayah utara Yaman menuduh Arab Saudi melancarkan serangan udara ke airport di ibu kota dan menegaskan bakal melakukan pembalasan. Kelompok itu menyebut serangan tersebut sebagai tindakan agresi nan tidak dapat dibiarkan. (REUTERS/Khaled Abdullah)

Pendukung Houthi mengangkat senjata saat mereka berdemonstrasi menentang serangan udara di Bandara Internasional Sanaa, di Sanaa, Yaman, 13 Juli 2026.

Dalam tindakan tersebut, mengutip Reuters Selasa (14/7/2026), sejumlah demonstran berteriak-teriak atas jawaban Houtni terhadap Arab Saudi. Salah seorang peserta menyatakan Yaman siap membalas dengan menyerang "bandara untuk bandara, pelabuhan untuk pelabuhan, dan lingkungan untuk lingkungan." Demonstran lainnya menyampaikan support kepada pemimpin Houthi Abdulmalik Badr al-Din al-Houthi serta pasukan bersenjata golongan itu. (REUTERS/Khaled Abdullah)

Ribuan penduduk Yaman menggelar tindakan unjuk rasa di Sanaa pada Senin malam (13/7/2026) setelah golongan Houthi nan didukung Iran menyerukan demonstrasi menyusul dugaan serangan udara Arab Saudi terhadap Bandara Internasional Sanaa.

Selain mengangkat senjata, sebagian peserta tindakan juga terlihat membawa dan mengacungkan golok selama demonstrasi berlangsung. Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, menyebut dugaan serangan terhadap Bandara Internasional Sanaa sebagai "agresi terang-terangan". Ia juga menyatakan pasukan Houthi telah melancarkan serangan jawaban nan menyasar Bandara Internasional Abha di Arab Saudi. (Tangkapan Layar Video Reuters/)

Seorang pendukung Houthi membawa senapan saat berdemonstrasi menentang serangan udara di Bandara Internasional Sanaa, di Sanaa, Yaman, 13 Juli 2026.

Di sisi lain, serangan terhadap Bandara Internasional Sanaa diklaim dilakukan oleh pemerintah Yaman nan diakui secara internasional dan didukung Arab Saudi. Kementerian Pertahanan pemerintah menyatakan landasan pacu airport menjadi sasaran untuk mencegah pesawat Iran mendarat di akomodasi tersebut. (REUTERS/Khaled Abdullah)

Para pendukung Houthi meneriakkan slogan-slogan saat mereka berdemonstrasi menentang serangan udara di Bandara Internasional Sanaa, di Sanaa, Yaman, 13 Juli 2026.

Belakangan, ahli bicara angkatan bersenjata pemerintah mengatakan pesawat nan dimaksud akhirnya mendarat di Bandara Hodeidah nan berada di bawah kendali Houthi. Sementara itu, Arab Saudi mengumumkan telah mencegat satu rudal balistik nan ditembakkan Houthi ke wilayah selatan kerajaan pada Senin. (REUTERS/Khaled Abdullah)

Milisi Houthi di Yaman menembakkan rudal ke Arab Saudi, usai menuduh Saudi mengebom landasan pacu Bandara Internasional Sanaa nan berada di bawah kendali Houthi pada Senin (13/7/2026). (via REUTERS/AL MASIRAH) Tak lama setelah demonstrasi milisi Houthi di Yaman menembakkan rudal ke Arab Saudi, usai menuduh serangan ke Bandara Internasional Sanaa. Serangan itu dilakukan ke airport Abha, di pegunungan selatan Saudi. (via REUTERS/AL MASIRAH)
Add logo_svg as a preferred
source on Google
Selengkapnya