Argentina Dihantui 'Kutukan' Wasit Slovenia di Final Piala Dunia 2026

3 hari yang lalu 10

Jakarta, CNN Indonesia --

Pendukung Argentina mulai khawatir setelah FIFA menunjuk wasit asal Slovenia, Slavko Vincic, untuk laga final Piala Dunia 2026.

Pada Rabu (15/7) FIFA mengumumkan Vincic bakal memimpin laga final berbareng rekan senegaranya, Tomaz Klancnik dan Andraz Kovacic, berbareng Adham Makhadmeh (Yordania) sebagai wasit keempat.

Rasa takut langsung menyebar. Pasalnya Argentina punya kisah pahit berbareng Vincic. Pria 46 tahun ini adalah wasit nan memimpin laga Argentina saat rekor 36 kemenangan beruntun terhenti. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ya, Vincic adalah wasit nan memimpin pertandingan Arab Saudi versus Argentina dalam Piala Dunia 2022. Saat itu Argentina datang dengan rekor tak kalah dalam 36 laga di Qatar.

Tak dinyana, rapor Argentina dihentikan Arab Saudi dengan skor 2-1. 'Kutukan' Vincic ini dikhawatirkan terjadi lagi dalam final Piala Dunia 2026, saat melawan Spanyol di Stadion MetLife.

Situasinya saat ini, Argentina belum terkalahkan dalam Piala Dunia 2026. Bahkan, Argentina belum kalah sejak kekalahan dari Arab Saudi tersebut dalam pentas Piala Dunia.

Sepanjang Piala Dunia 2026, Vincic memimpin tiga pertandingan. Ia memimpin laga Brasil versus Ekuador, Aljazair kontra Yordania, dan Meksiko melawan Ekuador.

Dari tiga pertandingan tersebut, Vincic mengeluarkan tujuh kartu kuning dan satu kartu merah. Satu kartu merah kepada Piero Hincapie itu jadi sorotan lantaran perkara menutup mulut saat bicara ke lawan.

Vincic pun ak menyangka dipercaya FIFA menjadi wasit final. Ia adalah laga final terbesar keduanya setelah laga final Liga Champions Eropa 2023/202r antara Real Madrid versus Borussia Dortmund.

Banner Gempita Bola 2026

"Jadi, pertama-tama, saya terkejut. Kemudian bahagia. Saya gemetar, jadi ini kehormatan luar biasa untuk memimpin final Piala Dunia," kata Vincic dalam unggahan media sosial FIFA.

"Ini adalah sesuatu nan ... hanya mimpi bagi seorang wasit, bagi seorang wasit muda ketika mereka memulai. Jadi, saya sangat bangga, sangat bangga pada diri saya sendiri, tim saya." 

[Gambas:Video CNN]

(abs/jal)

Add as a preferred
source on Google
Selengkapnya