Argentina Gagal Patahkan Kutukan Juara Bertahan di Piala Dunia

2 hari yang lalu 6

Jakarta, CNN Indonesia --

Argentina kandas mematahkan kutukan juara memperkuat di Piala Dunia seiring kekalahan mereka dari Spanyol pada final Piala Dunia 2026 di New Jersey, Senin (20/7) pagi WIB.

Argentina kalah 0-1 dari Spanyol dan kudu puas jadi runner up di Piala Dunia 2026. Gol Ferran Torres di babak extra time membikin Argentina kudu mengubur mimpi mereka untuk kembali juara.

Dengan kekalahan ini, Argentina tak bisa mematahkan kutukan juara bertahan. Dalam sejarah Piala Dunia, tidak ada tim nan bisa mempertahankan gelar juara sejak Brasil terakhir kali melakukannya pada 1958 dan 1962. Negara lain nan juga pernah melakukannya adalah Italia di 1934 dan 1938.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Artinya, sejak trofi Piala Dunia berubah jadi trofi saat ini, bukan lagi trofi Jules Rimet, tidak ada lagi negara nan bisa merebut gelar juara Piala Dunia dalam dua jenis beruntun.

Argentina di tahun 1990, Brasil di tahun 1998, dan Prancis di tahun 2022 adalah negara-negara nan sudah selangkah lagi mematahkan kutukan tersebut namun tak bisa melakukannya. Argentina di tahun 2026 sekarang menambah panjang daftar tersebut.

Dalam laga final Piala Dunia 2026, Argentina betul-betul tak berdaya. Mereka apalagi tak bisa melepaskan tembakan tepat sasaran selama 120 menit pertandingan berlangsung.

Spanyol punya banyak kesempatan namun baru sukses mencetak gol di menit ke-106. Ferran Torres jadi pencetak gol kemenangan La Furia Roja di laga tersebut.

Bagi Spanyol, ini adalah gelar kedua mereka setelah menang di jenis 2010.

[Gambas:Video CNN]

(ptr/sry)

Add as a preferred
source on Google
Selengkapnya