Arti Selebrasi Tinju Messi Saat Argentina Comeback Lawan Mesir

1 jam yang lalu 2
ARTICLE AD BOX

Jakarta, CNN Indonesia --

Lionel Messi menjelaskan makna selebrasi meninju ke udara usai mencetak gol penyeimbang 2-2 melawan Mesir di 16 besar Piala Dunia 2026.

"Sejujurnya, itu adalah momen pelepasan, pelepasan bagi kita semua. Saya merasakan kemarahan nan dahsyat lantaran penalti nan saya sia-siakan, dan lantaran langkah saya mengeksekusinya. Saya merasa pada momen krusial itu, saya telah mengecewakan tim," kata Messi dikutip dari ESPN.

"Namun untungnya, Tuhan kembali menyiapkan sesuatu nan spesial untukku pada akhirnya, dan saya sukses mencetak gol penyeimbang. Itu adalah kelegaan nan luar biasa, dan kegembiraan nan sangat besar bagi kami, dan bagi para fans nan datang lagi dan membuktikan setiap hari apa artinya menjadi orang Argentina, dan sungguh besar kebanggaan nan mereka berikan kepada kami," ucap Messi menambahkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Argentina sukses melakukan comeback nan luar biasa saat mengalahkan Mesir di babak 16 besar Piala Dunia 2026 pada Selasa (7/7). Mesir unggul 2-0 lebih dulu, kemudian Argentina bakal tiga gol.

Begitu peluit kick off ditiup, Argentina langsung menekan. Namun Mesir menunjukkan keberanian mereka sama sekali tak ciut menghadapi sang juara bertahan.

Pada menit ke-15, Mesir membobol gawang Argentina lewat sundulan Yasser Ibrahim, memanfaatkan assist Marwan Attia.

Ibrahim dalam kawalan Lisandro Martinez, tetapi unggul postur sehingga menang dalam duel di udara. Tendangan pemain nomor dua ini tak bisa dijangkau Emiliano Martinez.

Ketinggalan satu gol membikin Argentina meningkatkan serangan. Buahnya, sebuah penalti didapat setelah Haissem Hassan menjatuhkan Nicolas Tagliafico pada menit ke-19.

Lionel Messi bekerja menjadi pengeksekusi penalti. La Pulga menembak ke sisi kanan alias kiri kiper Mesir. Namun kiper Mesir Mostafa Shobeir menebak dan bisa mementahkan penalti Messi.

Pada babak kedua, setelah tertinggal 0-1, Argentina tampil lebih menekan. Permainan sigap diterapkan untuk segera menyamakan kedudukan. Namun, nan tampak malah keburu-buruan.

Dalam sebuah serangan balik, menit ke-58, Mesir sebenarnya bisa mencetak gol lewat kaki Zico namalain Mustafa Zaky Abdulrauf. Mohammed Salah memberikan assist dalam gol itu. Tapi, gol ini dianulir wasit lantaran terjadi pelanggaran terlebih dahulu.

Pada menit ke-67, gol kembali diciptakan Mesir. Zico kembali mencatatkan namanya di papan skor. Mesir unggul 2-0 atas Argentina.

Argentina akhirnya bisa memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2 pada menit ke-79 lewat gol Cristian Romero. Gol ini tercipta dengan memanfaatkan assist Lionel Messi lewat sebuah serangan nan apik.

Banner Gempita Bola 2026

Lima menit berikutnya Messi nan mencetak gol untuk menyamakan kedudukan menjadi 2-2.

Dari tertinggal 0-2, Argentina berbalik unggul 3-2 lewat gol sundulan Enzo Fernandez pada menit ke-90+3. Gol ini tercipta dengan memanfaatkan assist Lautaro Martinez. Gol Enzo Fernandez juga tercatat sebagai gol ke-3.000 dalam sejarah Piala Dunia.

Hingga menit akhir, tak ada gol tambahan tercipta. Argentina menang 3-2 atas Mesir dan lolos ke babak perempat final Piala Dunia 2026.

[Gambas:Video CNN]

(rhr/rhr/wiw)

Add as a preferred
source on Google
Selengkapnya