AS-Iran Masuk Babak Baru, Trump Batalkan Serangan Terbesar Sejak PD 2

54 menit yang lalu 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan bahwa pembicaraan dengan Iran bakal dimulai pada Senin (3/8/2026), setelah dirinya memutuskan membatalkan rencana serangan militer baru terhadap Teheran. Langkah ini kembali memunculkan angan tercapainya solusi diplomatik di tengah bentrok nan selama berbulan-bulan mengguncang pasar daya global.

"Yang kami lakukan sekarang adalah berbincang melalui jalur negosiasi. Pembicaraan dimulai besok sore," kata Trump kepada wartawan di atas pesawat Air Force One, tanpa mengungkapkan letak maupun siapa saja nan bakal mengikuti perundingan tersebut, dikutip CNBC International, Senin (3/8/2026).

Ia hanya mengatakan keputusan membatalkan serangan diambil setelah adanya permintaan dari Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, dan Iran. Trump juga menyebut kesepakatan mengenai Selat Hormuz dan program nuklir Iran sudah "hampir tercapai".

Sehari sebelumnya, Trump sempat menyatakan AS siap melancarkan operasi militer. Bahkan, dia sesumbar serangan terbesar sejak Perang Dunia II (PD 2) terhadap Iran.

Selat Hormuz menjadi salah satu konsentrasi utama pembicaraan. Jalur pelayaran strategis tersebut sebelumnya dilalui sekitar 20% pasokan minyak dunia, di mana aktivitas kapal menurun drastis sejak perang pecah akibat tingginya akibat keamanan. 

Optimisme terhadap jalur diplomasi langsung menekan nilai minyak dunia. Harga minyak Brent turun 4,6% menjadi sekitar US$83,96 per barel, sementara minyak mentah AS (WTI) merosot sekitar 4,7% ke US$80,60 per barel.

Meski demikian, akibat keamanan di area tetap tinggi. Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) melaporkan sebuah kapal tanker mengalami ledakan di dekat perairan timur laut Khasab, Oman, nan berada di pintu masuk Selat Hormuz.

Menurut laporan tersebut, ledakan terjadi sekitar 20 mil laut dari Khasab. Awak kapal dilaporkan selamat dan otoritas setempat tetap menyelidiki kejadian tersebut. UKMTO juga mengimbau seluruh kapal nan melintas di area itu agar tetap berhati-hati.

Di sisi lain, upaya mediasi juga terus berlangsung. Berdasarkan laporan Associated Press nan mengutip pejabat regional, proposal terbaru mencakup kembalinya AS dan Iran ke meja perundingan untuk menyelesaikan sejumlah rumor nan selama ini menghalang kesepakatan.

Proposal tersebut juga mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz serta penghentian serangan di kawasan, termasuk serangan kelompok-kelompok nan didukung Iran terhadap negara-negara Teluk Arab dan Yordania.

Sebagai imbalannya, AS disebut bakal mengakhiri blokade laut terhadap Iran dan kembali mengizinkan ekspor minyak Iran. Namun hingga sekarang belum ada kesepakatan final nan dicapai.

Selain jalur negosiasi dengan Washington, Iran juga dilaporkan nyaris mencapai kesepakatan dengan Oman mengenai pengaturan baru lampau lintas pelayaran di Selat Hormuz.

Menurut laporan Financial Times, pembicaraan antara Teheran dan Muscat telah memasuki tahap akhir. Iran menyebut rute pelayaran nan bakal digunakan nantinya berbeda dengan jalur sebelum perang, meski pengaturan tersebut terpisah dari keputusan mengenai pembukaan alias penutupan Selat Hormuz secara penuh.

Jika kesepakatan sukses dicapai, langkah tersebut dinilai dapat mengurangi akibat eskalasi konflik. Ini sekaligus membantu memulihkan arus perdagangan dan pasokan daya global.

(sef/sef) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya