Pagar besi setinggi 2,5 meter di depan Mal Kota Kasablanka dibongkar. Ini penampakannya.
Pagar besi tinggi nan sempat terpasang di depan Pusat Perbelajaan Kota Kasablanka (Kokas), Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan, akhirnya dibongkar. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Pantauan di letak pada Senin (3/8/2026), menyisakan jejak dudukan instalasi di sepanjang area depan pusat perbelanjaan tersebut. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Beberapa jejak dudukan instalasi pagar setinggi sekitar 2,5 m itu terlihat ditutup oleh cone pembatas. Kondisi tersebut membikin area luar pusat perbelanjaan kembali terlihat lebih terbuka dibanding beberapa hari sebelumnya. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Pembongkaran pagar tersebut menjadi perhatian lantaran sebelumnya pemasangannya memicu perbincangan luas di media sosial. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung apalagi meminta agar pagar tersebut dibongkar. Menurutnya, kekhawatiran nan berlebihan dengan memasang pagar tinggi bukanlah perihal nan positif. Ia juga memastikan pemerintah berbareng abdi negara keamanan bakal menjaga situasi Jakarta tetap aman. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
"Berkaitan dengan pemasangan pagar, saya juga mengamati. Mungkin bagian dari kekhawatiran, tetapi kelak pada saatnya pasti saya bakal minta untuk pagar-pagar itu dilepas kembali," kata Pramono kepada wartawan di area Blok M, Jakarta Selatan, Jumat (31/7/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Menurut Ketua Umum APPBI Alphonzus Widjaja membantah pagar di Mal Kota Kasablanka dipasang untuk mengantisipasi kerusuhan. Menurutnya, pagar berfaedah menata arus keluar-masuk visitor dan memperkuat pengamanan. Ia menegaskan konsep serupa telah lama diterapkan di sejumlah pusat perbelanjaan, termasuk di Bekasi dan Surabaya. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Sementara itu, Pendiri Pakuwon Group Alexander Tedja memastikan pagar nan sempat dipasang di Mal Kota Kasablanka (Kokas), Jakarta Selatan, segera dibongkar. Ia menegaskan pemasangan pagar merupakan kebijakan manajemen lokal tanpa pengarahan pemegang saham alias instansi pusat. Menurutnya, kondisi keamanan saat ini tetap kondusif sehingga pagar tidak diperlukan. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

52 menit yang lalu
2







English (US) ·
Indonesian (ID) ·