ASEAN Diminta Jaga Sentralitas di Tengah Tarik-Menarik Kepentingan Laut China Selatan

3 jam yang lalu 2
ARTICLE AD BOX

loading...

CEO ISDS Dwi Sasongko mengatakan ASEAN mempunyai peran sentral dalam menjaga stabilitas di Laut China Selatan.Foto/istimewa

JAKARTA - Laut China Selatan (LCS) menjadi salah satu tantangan kompleks di kawasan. Berbagai pihak dari luar mencoba memasukkan kepentingannya dalam upaya ASEAN mencari solusi tenteram atas persoalan Laut China Selatan.

Hal itu terungkap dalam Focus Group Discussion (FGD) berjudul "Maintaining ASEAN Centrality and Managing the South China Sea Dispute: Strategic Dilemmas, Institutional Limits, and Regional Solutions" nan diselenggarakan oleh Indonesia Strategic and Defense Studies (ISDS) pada Rabu (1/7/2026).

CEO ISDS Dwi Sasongko mengatakan, lanskap geopolitik kontemporer menghadirkan serangkaian tantangan struktural nan berat nan menguji batas-batas kohesi kelembagaannya. "Prinsip inti "Sentralitas ASEAN" alias ASEAN Centrality semakin ditantang oleh persaingan kekuatan besar dan gesekan sub-regional nan belum terselesaikan," ujarnya.

Baca juga: Kapal Perang Belanda dan China Terlibat Konfrontasi di Laut China Selatan

Klaim teritorial dan maritim nan tumpang tindih di LCS merupakan salah satu titik rawan geopolitik nan paling kompleks, sangat termiliterisasi, dan vital secara strategis di abad ke-21. Terkait perihal ini, ISDS mendorong penegasan kembali posisi ASEAN sebagai kerangka kerja kelembagaan utama untuk mengelola keamanan regional dan memastikan bahwa kepentingan geopolitik eksternal tidak meminggirkan upaya diplomasi regional.

"Kami mendorong terobosan dari sikap norma dan militer nan tidak produktif, dan berfokus pada perbincangan diplomatik nan berkepanjangan dan berbasis konsensus untuk mengelola klaim maritim nan tumpang tindih," ujarnya.

ISDS juga menekankan pentingnya mencegah eskalasi kinetik. ”Merancang dan menerapkan sistem pengurangan akibat praktis untuk menghindari bentrok militer nan tidak disengaja nan bakal mengganggu perdagangan global, merugikan ekonomi regional, dan merusak kesejahteraan regional," ujarnya.

Lihat video: Diplomasi Jadi Strategi Jaga Perbatasan Laut China Selatan dari Ketegangan

ISDS berpandangan, negara-negara di area dapat memfokuskan sumber daya mereka pada pembangunan ekonomi, pengurangan kemiskinan, dan peningkatan sumber daya manusia, daripada terseret ke dalam perlombaan senjata regional nan mahal dan destabilisasi.

Selengkapnya