Galalksi Bima Sakti.(Dok. X/astro_Pettit)
STRONOT veteran NASA, Don Pettit, kembali memukau bumi dengan membagikan foto galaksi Bima Sakti nan sangat jernih. Foto luar biasa tersebut diabadikan dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), menawarkan pemandangan pemandangan galaksi kita nan tampak begitu kontras dari garis orbit.
Dalam unggahan tersebut, lengkungan terang Bima Sakti terlihat membentang menembus kegelapan luar angkasa nan pekat. Di bawahnya, horizon Bumi nan melengkung tampak bercahaya indah, berhiaskan gemerlap lampu-lampu kota serta lapisan tipis atmosfer berwarna hijau nan dikenal sebagai kejadian airglow.
Melalui akun X miliknya, Pettit mengungkapkan bahwa gambar ini merupakan bagian dari sekitar 1,2 juta berkas gambar mentah (RAW) nan dia kumpulkan selama misi terbarunya. Foto ikonik ini diambil dari Cupola, modul observasi ISS nan mempunyai tujuh jendela panoramik menghadap langsung ke Bumi dan ruang hampa.
Momen ini diabadikan saat Pettit menjalankan Misi Expedition 72, sebuah misi berdurasi 220 hari di atas ISS. Ia meluncur menggunakan pesawat ruang angkasa Soyuz MS-26 milik Rusia pada September 2024 dan telah kembali ke Bumi pada April 2025.
Teknik Fotografi di Kecepatan 28.000 Km/Jam
Mengambil foto nan tajam di luar angkasa bukanlah perkara mudah. Pettit menggunakan kamera Nikon Z9 nan dipadukan dengan lensa Arri Zeiss 15 mm pada bukaan T1.8. Bukaan lebar ini sangat krusial untuk memungkinkan lebih banyak sinar masuk ke sensor kamera dalam kondisi lingkungan nan sangat gelap.
Tantangan utama dalam pengambilan gambar ini adalah kecepatan ISS nan bergerak mengelilingi Bumi nyaris 28.000 km/jam pada ketinggian sekitar 400 kilometer. Dengan kecepatan tersebut, ISS menyelesaikan satu orbit setiap 90 menit. Dalam kondisi normal, foto dengan pajanan lama (long-exposure) bakal menghasilkan garis-garis buram (motion blur) alih-alih titik bintang nan tajam.
Untuk mengatasi hambatan tersebut, Pettit menggunakan perangkat pencari rakitan unik nan disebut sidereal drive. Alat ini berfaedah menetralkan aktivitas orbit ISS terhadap posisi bintang, sehingga barang langit nan sangat jauh dapat tertangkap sebagai titik konsentrasi nan tajam dan tetap.
Keunggulan memotret dari luar angkasa adalah tiadanya gangguan atmosfer planet alias polusi cahaya. Hal ini memungkinkan para astronot menangkap perincian barang langit nan redup dengan jauh lebih mudah dibandingkan pengamat di Bumi. Penggunaan format RAW juga memastikan perincian lembut tetap terjaga dan dapat diekspos secara sempurna selama proses pengolahan gambar. (CNBC TV18, India Today/H-3)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·