ilustrasi karhutla.(MI)
SEBANYAK 350 personel gabungan TNI, Polri, dan pemerintah wilayah dikerahkan secara bergantian setiap hari untuk menangani kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di dua sektor di Kabupaten Nabire, Papua Tengah.
Wakapolda Papua Tengah Kombes Pol Gustav R Urbinas di Nabire, Selasa (25/8), mengatakan personel tersebut terdiri atas unsur Polda Papua Tengah, Korem 173/PVB, BPBD, Damkar, Satpol PP, dan Dinas Kesehatan.
“Kurang lebih ada 350 personel nan tergabung dalam Satgas Penanggulangan Karhutla Papua Tengah telah bekerja setiap harinya secara bergantian,” katanya.
Ia mengatakan penanganan karhutla telah dilakukan sejak Kamis (20/8), melalui sinergi lintas sektor untuk mempercepat respons terhadap kebakaran nan terjadi di sejumlah wilayah di Nabire.
Personel dibagi dalam dua sektor utama, ialah Nabire Barat dan wilayah Kimi di bagian timur Nabire. Personel terfokus pada posko di Polsek Nabire Barat dan Satbrimob Polda Papua Tengah.
Di masing-masing sektor, personel TNI-Polri bekerja berbareng BPBD, Damkar, dan Satpol PP untuk memantau titik kebakaran sekaligus melakukan pemadaman.
Satgas juga melaksanakan patroli terpadu secara bergerak di wilayah perkotaan untuk mendeteksi info mengenai titik api maupun potensi kebakaran baru.
“Terus melakukan patroli keliling dan upaya pemadaman pada titik-titik nan terjadi kebakaran. Satgas provinsi ini membantu, memberikan perkuatan kepada kabupaten,” ujarnya.
Dukungan operasional juga diperkuat sejumlah sarana dan prasarana, antara lain kendaraan angkut personel TNI, Polri, ambulans dari Dinas Kesehatan, Polda dan TNI, serta lima kendaraan pemadam kebakaran.
Sebanyak tiga kendaraan pemadam berasal dari Pemprov Papua Tengah, sedangkan dua unit lainnya support dari pihak airport untuk penanganan di sekitar area Bandara Douw Aturure Nabire.
Upaya pencegahan juga dilakukan melalui sosialisasi kepada masyarakat. Unit Lalu Lintas dan Binmas Polri dilibatkan untuk memberikan imbauan secara preemtif mengenai dengan pencegahan kebakaran.
“Kemudian aktivitas preventif dengan monitoring dan patroli untuk mendeteksi titik-titik api alias potensi kebakaran di dua sektor besar itu,” katanya.
Ia mengatakan pola penanganan tersebut bakal terus disempurnakan agar Satgas Karhutla Provinsi Papua Tengah dapat tertata lebih baik dan mempunyai pola operasi nan lebih efektif di lapangan. (Ant/P-3)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·