Prabowo Resmikan Pembangunan Proyek 100 GW PLTS, Ini Daftarnya

54 menit yang lalu 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden RI Prabowo Subianto baru saja meresmikan pembangunan megaproyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapabilitas total mencapai 100 Giga Watt peak (GWp) di beragam wilayah Indonesia. Acara peresmian berjalan di Monumen Operasi Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa (25/8/2026).

Hal itu sejalan dengan peta jalan pemerintah untuk mewujudkan swasembada dan kedaulatan daya nasional melalui pemanfaatan daya bersih.

Presiden Prabowo turut didampingi oleh sejumlah menteri dan ketua BUMN, antara lain Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Menteri Koordinator bagian Perekonomian Airlangga Hartarto, CEO BPI Danantara Rosan Roeslani, Menko Polkam Djamari Chaniago, CTO BPI Danantara Sigit Puji Santosa, Wakil Panglima TNI Tandio Budi Revita, Wamen Komdigi Angga Raka, serta Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo, dan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri.

Presiden pun menargetkan agar pengerjaan proyek raksasa tersebut bisa dipercepat, sehingga Indonesia bisa segera mengurangi ketergantungan pada impor Bahan Bakar Minyak (BBM).

Prabowo pun menargetkan pembangunan PLTS 100 GWp ini bisa tuntas kurang dari tiga tahun.

"Dulu swasembada pangan saya beri sasaran empat tahun, tim ekonomi, tim pertanian, tim pangan sukses satu tahun. Berarti jika saya kasih sasaran tiga tahun untuk tim energi, ya nggak lah, dua tahun lah ya," katanya dalam peresmian program PLTS 100 GWp di Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa (25/8/2026).

"Kalau sukses 2 tahun, tim daya dapat bintang lagi saya kasih tanda kehormatan," imbuhnya.

Megaproyek tersebut menelan total investasi mencapai Rp 1.140 triliun dan diproyeksikan bisa menyerap 5,5 juta tenaga kerja. Selain mendorong realisasi daya bersih, program itu ditargetkan memberikan penghematan anggaran subsidi daya nasional hingga Rp 73,9 triliun setiap tahunnya.

"Dan hari ini adalah hari nan krusial kita launching listrik dari tenaga surya 100 Giga Watt untuk bangsa Indonesia. Sebagai gambaran menteri ekonomi, seluruh listrik Indonesia sekarang 88 Giga Watt. Kita bakal membangun 100 Giga Watt. Dan kita tidak main-main," tegasnya.

Berdasarkan info Kementerian ESDM, pembangunan tahap awal difokuskan pada 14 proyek pertama dengan total kapabilitas 5.216 Mega Watt peak (MWp) nan tersebar di beragam wilayah. Berikut adalah daftar proyek strategis PLTS nan masuk dalam tahap tender dan konstruksi:

Proyek Siap Tender:

  • PLTS Terapung Jatiluhur (Jawa Barat): 1.688 MWp
  • PLTS Terapung Cirata (Jawa Barat): 1.250 MWp
  • PLTS Terapung Jatigede (Jawa Barat): 636 MWp
  • PLTS+BESS Klaster Madura (Jawa Timur): 605 MWp
  • PLTS Bali (Gilimanuk): 300 MWp
  • PLTS Lahan Bank Tanah Purwakarta (Jawa Barat): 69 MWp

Proyek Konstruksi & Groundbreaking:

  • PLTS Banyuwangi (Jawa Timur): 130,2 MWp (Groundbreaking)
  • PLTS Pasuruan (Jawa Timur): 132 MWp (Groundbreaking)
  • PLTS Terapung Gajah Mungkur (Jawa Tengah): 134,2 MWp (Groundbreaking)
  • PLTS Terapung Karangkates (Jawa Timur): 133 MWp (Konstruksi 56,54%)
  • PLTS Terapung Saguling (Jawa Barat): 92 MWp (Konstruksi 44,4%)
  • PLTS Tembesi (Batam): 46 MWp (Konstruksi 65%)
  • PLTS Desa Sembur (Batam): 0,92 MWp
  • PLTS Pulau Rengit: 0,078 MWp

Di samping itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia melaporkan bahwa unik di wilayah Bali, pembangunan PLTS tersebut bakal menggantikan peran pembangkit listrik tenaga diesel nan selama ini digunakan. Hal itu dinilai sangat krusial untuk mendukung gambaran Bali sebagai lokasi wisata internasional nan mengedepankan daya hijau.

"Khusus untuk Bali dengan kita memakai 1.000 Mega Watt itu bisa melakukan efisiensi 0,6 juta kiloliter solar nan dilakukan oleh PLN. Selama ini rupanya Bali ini tetap pakai PLTD. Jadi tidak heran kemudian jika ini kita lakukan di Bali Pak lantaran kampanyenya adalah green energy," jelas Bahlil dalam kesempatan nan sama.

Program itu juga mencakup pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir dan pulau terpencil melalui skema productive use of energy. Di beberapa lokasi, PLTS bakal diintegrasikan dengan akomodasi cold storage, mesin kreator es, hingga pengisian daya kapal listrik bagi para nelayan setempat.

"Jika mataharinya mentari Indonesia, panel suryanya dibuat oleh jerih payah rakyat Indonesia dan baterai listriknya dihasilkan dari keringat tenaga kerja Indonesia maka daya surya ini adalah daya Indonesia, daya Ibu Pertiwi," tandasnya.

(wia) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya