Babak Baru! Proyek Ubah Batu Bara Jadi Metanol BUMI Masuk Tahap FEED

13 jam yang lalu 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Proyek hilirisasi batu bara menjadi metanol nan dikembangkan anak upaya PT Bumi Resources Tbk (BUMI), ialah PT Kaltim Prima Coal (KPC) dan PT Arutmin Indonesia (Arutmin) memasuki babak baru.

Melalui perusahaan patungan PT Bumi Etam Chemical (BEC), proyek strategis nasional (PSN) gasifikasi batu bara alias Coal to Methanol resmi memasuki tahap Front-End Engineering Design (FEED) dan penyusunan Engineering, Procurement, Construction, and Commissioning (EPCC) Framework Agreement.

Penandatanganan perjanjian FEED dan EPCC Framework Agreement dilakukan oleh BEC berbareng PT Istana Karang Laut (IKL) dan China National Chemical Engineering Co., Ltd. (CNCEC) di Ballroom The Ritz-Carlton Jakarta, Mega Kuningan, Rabu (29/7/2026).

Kesepakatan tersebut menjadi tonggak krusial dalam pengembangan proyek hilirisasi batu bara nasional lantaran menandai dimulainya tahap rekayasa dasar (FEED) sekaligus penyusunan kerangka penyelenggaraan EPCC sebagai fondasi menuju fase bangunan akomodasi produksi metanol berbasis batu bara di Kutai Timur, Kalimantan Timur.

Presiden Direktur BEC Rio Supin mengatakan penandatanganan FEED dan EPCC Framework Agreement menjadi salah satu tonggak krusial dalam perjalanan panjang proyek hilirisasi nan telah dirintis selama lebih dari dua dekade.

"Hari ini kita di tanggal 29 Juli tahun 2026 ini, merupakan satu milestone krusial di dalam perjalanan proyek. Karena proyek dimulai dua dasawarsa sebelumnya, mulai dari tahun 2010 saat KPC mulai mencari letak dan mencari strategi untuk mengembangkan proyek hilirisasi KPC," katanya dalam kesempatan tersebut.

Semula dia menjelaskan bahwa hingga 2023 KPC dan Arutmin sejatinya mengembangkan rencana hilirisasi secara terpisah. KPC menyiapkan proyek di Kalimantan Timur, sedangkan Arutmin mengembangkan rencana serupa di Kalimantan Selatan.

Namun kemudian KPC dan Arutmin memutuskan untuk bekerja-sama dan bersinergi dengan membentuk PT Bumi Etam Chemical sebagai unit upaya nan bakal menjalankan proyek hilirisasi di Indonesia.

"Saat ini 50% saham PT Bumi Etam Chemical dimiliki oleh Arutmin Indonesia dan 50% dimiliki oleh PT Kaltim Prima Coal," ujarnya.

Sementara itu, Chief Executive Officer PT Arutmin Indonesia Ido Hotna Hutabarat mengatakan proyek Coal to Methanol BEC bukan sekadar proyek investasi, tetapi bagian dari transformasi pemanfaatan batu bara menuju pembuatan nilai tambah melalui teknologi dan industrialisasi di dalam negeri.

Menurutnya, selama bertahun-tahun batu bara telah memberikan kontribusi besar terhadap pembangunan Indonesia, baik melalui penerimaan negara, penguatan ketahanan energi, pengembangan daerah, maupun penyediaan lapangan kerja.

"Namun, kita semua memahami bahwa tantangan ke depan menuntut langkah nan lebih maju. Nilai strategis sumber daya alam tidak lagi hanya ditentukan oleh keahlian kita menambang dan memasok, tetapi juga oleh keahlian kita mengolah, mengintegrasikan, dan menciptakan produk industri nan berbobot tambah," kata dia.

Presiden Direktur sekaligus Chief Executive Officer KPC Muhammad Rudy mengatakan proyek tersebut tidak hanya menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung perpanjangan izin IUPK, tetapi juga merupakan kontribusi nyata terhadap transformasi industri pertambangan nasional menuju industri nan lebih berbobot tambah.

"Kami percaya bahwa masa depan industri batubara tidak hanya ditentukan oleh keahlian memproduksi sumber daya secara efisien, tetapi juga keahlian menciptakan nilai tambah melalui inovasi, teknologi, dan kolaborasi. Kami juga menyampaikan penghargaan nan setinggi-tingginya kepada Pemerintah Republik Indonesia atas arahan, dukungan, serta komitmen nan kuat dalam mendorong program hilirisasi dan industrialisasi nasional," katanya.

Sebagaimana diketahui, pengembangan akomodasi Coal to Methanol oleh BEC merupakan bagian dari penyelenggaraan tanggungjawab peningkatan nilai tambah batu bara oleh Arutmin dan KPC, sekaligus mendukung kebijakan hilirisasi nasional melalui konversi batu bara menjadi metanol sebagai bahan baku strategis bagi industri petrokimia, manufaktur, energi, serta beragam industri turunannya.

Sebagai bagian dari ekosistem upaya PT Bumi Resources Tbk, BEC dibentuk oleh Arutmin dan KPC sebagai badan upaya nan mengembangkan proyek hilirisasi berbasis batu bara. Dalam pelaksanaannya, BEC menggandeng IKL dan CNCEC sebagai mitra strategis nan bakal mendukung proyek mulai dari tahap perencanaan hingga bangunan dan commissioning.

Sinergi tersebut diharapkan dapat mempercepat realisasi proyek Coal to Methanol sekaligus memperkuat rantai pasok industri kimia nasional. Selain mendukung pengembangan industri hilir berbasis batu bara, proyek ini juga diharapkan menciptakan lapangan kerja, meningkatkan aktivitas ekonomi daerah, menarik investasi, serta memberikan pengaruh berganda bagi masyarakat dan perekonomian nasional.

(pgr/pgr)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya