Badai Tropis Lala Terjang Hawaii: 150 Ribu Warga tanpa Listrik dan Ratusan Rumah Hancur

56 menit yang lalu 1
 150 Ribu Warga tanpa Listrik dan Ratusan Rumah Hancur Petugas Dinas Perhubungan Hawaii memeriksa kerusakan jalan akibat Badai Lala di Pahala, Hawaii, pada 16 Agustus 2026.(AFP/JILL K. BRIGGS)

BADAI Tropis Lala mulai bergerak meninggalkan Kepulauan Hawaii pada Minggu (16/8) malam waktu setempat, setelah memicu banjir bandang nan berbahaya, angin kencang, dan pemadaman listrik massal di seluruh wilayah kepulauan tersebut.

Hingga Minggu malam, lebih dari 150.000 pengguna tetap belum mendapatkan aliran listrik setelah hembusan angin berkekuatan angin besar dilaporkan terjadi di wilayah Hawaii, Honolulu, dan Maui. Gubernur Hawaii, Josh Green, dalam konvensi pers menyatakan bahwa sedikitnya 100 rumah rusak alias hancur akibat terjangan angin besar ini.

Dampak Kerusakan dan Upaya Penyelamatan

Wali Kota Hawaii County, Kimo Alameda, mengungkapkan bahwa beberapa rumah tersapu dari fondasinya. Tim pertahanan sipil wilayah sekarang bekerja sama dengan lembaga lokal, Garda Nasional, serta Penjaga Pantai untuk melakukan operasi pencarian dan penyelamatan.

Gubernur Green melaporkan ada dua korban jiwa selama angin besar berlangsung, meski keterkaitan langsung kematian tersebut dengan Badai Lala tetap dalam tahap investigasi. Salah satu korban tewas dalam kecelakaan mobil, sementara satu lainnya ditemukan meninggal di tengah badai.

Di tengah kehancuran, tim penyelamat sukses menyelamatkan seorang perempuan lansia dari atas pohon setelah rumahnya hanyut terbawa arus. "Aliran air nan sangat deras melewati Naalehu di Big Island, menghanyutkan banyak hal," tambah Green.

Infrastruktur Lumpuh dan Akses Terputus

Kerusakan prasarana paling parah terjadi di sisi tenggara Big Island. Sebagian Jalan Raya Pāhala runtuh akibat tanah longsor dan luapan air dari Sungai Pa’au’au, nan memutus akses kritis menuju satu-satunya rumah sakit di wilayah tersebut. Kejadian ini menyebabkan sekitar 2.500 masyarakat terjebak.

Selain itu, lebih dari 190 penerbangan dari dan menuju Hawaii ditunda sepanjang akhir pekan, dengan 52 penerbangan dibatalkan. Meski demikian, airport di seluruh negara bagian tetap beroperasi.

Peringatan Keamanan: Badan Manajemen Darurat Hawaii memperingatkan penduduk untuk tetap waspada terhadap ancaman mematikan pasca-badai, termasuk area banjir dan kabel listrik nan terputus.

Kondisi Cuaca dan Penutupan Kantor

Meskipun peringatan angin besar tropis telah dicabut, pengawasan banjir (flood watch) tetap bertindak semalam untuk wilayah Kauai, Oahu, dan Maui. Hujan deras diperkirakan tetap bakal terjadi secara sporadis saat pita hujan luar angin besar melewati pulau-pulau tersebut.

Sebagai langkah antisipasi, Gubernur Green mengumumkan bahwa seluruh instansi negara bagian dan kabupaten, sekolah, serta instansi pengadilan bakal ditutup pada Senin (17/8). Penilaian kerusakan secara menyeluruh dijadwalkan baru bakal dimulai pada hari Senin saat kondisi cuaca lebih stabil.

Fenomena El Nino dan Pemanasan Global

Para mahir meteorologi mencatat bahwa Badai Lala tetap kuat lantaran suhu perairan nan lebih hangat akibat gelombang panas laut nan sedang berjalan dan kejadian Super El Nino. Kondisi ini memicu peningkatan potensi angin besar di Pasifik Tengah tahun ini.

Direktur Manajemen Darurat Honolulu, Randy Collins, mengingatkan penduduk untuk berhati-hati selama proses pembersihan. "Banyak korban justru jatuh setelah musibah terjadi, saat orang-orang bekerja dengan peralatan berat alias berada di sekitar kabel listrik nan tumbang," pungkasnya. (CNN/I-2)

Selengkapnya