Bahlil Sebut Impor Minyak Tahap Pertama dari Rusia Sudah Jalan

3 jam yang lalu 10

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membeberkan bahwa impor bahan bakar minyak (BBM) tahap pertama dari Rusia telah terealisasi. Bahlil menegaskan impor minyak Rusia tersebut merupakan permintaan dari pemerintah Indonesia.

Bahlil mengatakan proses pengadaan minyak dari Rusia dilakukan melalui sistem antar-pemerintah alias Government to Government (G2G). Pemerintah menunjuk Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) sebagai Badan Layanan Umum (BLU) untuk mengurus teknis impor tersebut.

"Teman-teman, kan sudah saya jelaskan bahwa tahap pertama sudah terealisasi. nan melakukan impor itu adalah pemerintah Indonesia. Saya ulangi, nan melakukan impor BBM Rusia itu adalah pemerintah Indonesia, G2G dan kami dari pemerintah menugaskan Lemigas sebagai BLU di ESDM nan melakukannya," kata Bahlil saat ditemui di Istana Negara, Jakarta, Selasa (28/7/2026).

Kebijakan impor tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah untuk menjaga stok daya dalam negeri agar tetap berada di atas standar minimum nasional. Bahlil memastikan pengadaan tersebut untuk mengantisipasi akibat kekurangan pasokan akibat gangguan rantai pasok dunia.

"Dan ini bakal terus menerus lantaran tujuannya adalah untuk menjaga persediaan kita. Jangan sampai terjadi kekurangan dan sekaligus memastikan bahwa daya dalam negeri kita bisa tersedia," tambahnya.

Di tengah kondisi geopolitik dunia, pemerintah juga menjamin tidak bakal ada kenaikan nilai untuk BBM subsidi. Keputusan ini diambil untuk memastikan stabilitas nilai bahan bakar dan elpiji subsidi tetap terjaga bagi masyarakat luas.

"Tapi kami dapat memastikan bahwa untuk nilai BBM subsidi tidak ada kenaikan, sesuai dengan apa nan sudah diputuskan seperti sekarang. Jadi tidak ada kenaikan untuk BBM subsidi termasuk dalamnya adalah LPG subsidi," tandasnya.

Sebagaimana diketahui, Kementerian ESDM menyiapkan peran nan lebih besar bagi Lemigas dalam tata kelola pengadaan daya nasional. Adapun, melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 26 Tahun 2026, Lemigas berkesempatan menjadi salah satu Badan Layanan Umum (BLU) nan dapat melakukan pengadaan, termasuk impor minyak mentah dan BBM.

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan pemerintah tidak bakal membentuk BLU baru untuk menjalankan kegunaan tersebut. Sebaliknya, pemerintah bakal mengoptimalkan lembaga nan sudah ada di lingkungan Kementerian ESDM.

"Jadi kita bakal mengoptimalkan penggunaan ini BLU nan ada di antaranya adalah Lemigas," ujar Yuliot di Kementerian ESDM, Jumat (29/5/2026).

Menurut Yuliot, pengaturan tersebut merupakan bagian dari penerapan Perpres Nomor 26 Tahun 2026 tentang Pengadaan Minyak Dalam Negeri nan baru diterbitkan pemerintah. Aturan itu memberikan ruang tidak hanya kepada badan upaya milik negara (BUMN), tetapi juga BLU di bagian daya untuk melakukan pengadaan minyak.

Meski begitu, dia menjelaskan pemerintah tetap mengutamakan pasokan daya dari dalam negeri. Perpres tersebut mengatur agar minyak mentah nan diproduksi kontraktor perjanjian kerja sama (KKKS) dapat diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan domestik, terutama saat pasokan dunia mengalami keterbatasan.

"Jadi dari perpes itu pengadaan crude itu bisa berasal dari produksi dalam negeri, dari perusahaan K3S dalam negeri. Jadi lantaran ada keterbatasan suplai secara global, jadi jika ada komitmen ekspor nan dari perusahaan K3S itu bisa dipasarkan dalam negeri. Dan harganya itu sesuai dengan nilai ICP, jadi untuk tidak merugikan perusahaan KKKS sendiri," ungkap Yuliot.

Impor Minyak dari Rusia

Utusan Khusus Presiden bagian Energi dan Lingkungan Hashim Djojohadikusumo sebelumnya menyebut bahwa Indonesia mendapatkan 150 juta minyak mentah dari Rusia dengan nilai khusus.‎ ‎Hashim mengatakan pasokan minyak nan didapatkan dengan nilai unik itu adalah hasil kunjungan Presiden Prabowo Subianto menemui Presiden Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moskwa, pada Senin (13/4/2026).

‎"Indonesia sekarang sudah ada komitmen dari pemerintah Rusia, 150 juta barel kita bisa simpan di Indonesia untuk menghadapi masalah-masalah gejolak ekonomi," ucap Hashim saat memberikan aktivitas Economic Briefing 2026 di Menara Patra Jasa, Jakarta pada Kamis (23/4/2026).

‎Awalnya dalam pertemuan dengan Putin, jelas Hashim, awalnya Rusia menyetujui mengirim 100 juta barel dengan nilai khusus. Akan tetapi, jumlah itu bakal ditambah Rusia sebesar 50 juta barel untuk Indonesia dalam menghadapi gejolak dunia.

‎"Dia (Prabowo Subianto) ke Moskow ketemu Presiden Putin selama 3 jam dan dapat komitmen dari Presiden Putin 100 juta barel minyak itu bakal segera dikirim ke Indonesia. 100 juta barel dengan nilai khusus. Dan andaikan Indonesia perlu lagi tambahan, sudah ditambah 50 juta," tutur Hashim.

‎Kesepakatan dengan Rusia mengenai komoditas emas hitam tersebut sebagai upaya dalam ketahanan daya dalam negeri, utamanya terhadap akibat perang di timur tengah nan meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan minyak global.

‎Seperti diberitakan sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, nan juga ikut dalam rombongan, melakukan pertemuan dengan Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilev. Bahlil memastikan RI telah mendapatkan pasokan persediaan minyak mentah dan LPG dari Rusia.

(wur)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya