Ilustrasi(Dok Antara)
KEPUTUSAN itu diumumkan Ketua Steering Committee (SC) Piala Presiden Maruarar Sirait dalam konvensi pers di Surabaya, Minggu (2/8).
Dua laga semifinal nan bakal digelar pada 4 Agustus mempertemukan Persib Bandung melawan Persija Jakarta serta Persebaya Surabaya menghadapi Arema FC.
Maruarar mengatakan pemindahan letak dilakukan dengan mempertimbangkan rivalitas pada kedua pertandingan tersebut.
"Awalnya kami mau menggelarnya di Surabaya lantaran ada pertimbangan kotanya kondusif dan bersih. Namun, saya mengusulkan tempatnya di Bali. Kami putuskan semifinal dan final di Bali," kata Maruarar dalam keterangannya.
Ia juga berambisi penyelenggaraan di Bali dapat memberi akibat positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi.
"Kita bekerja sekaligus berlibur. Jangan berpiknik dulu baru bekerja. Bayangkan jika semifinal dan final digelar di Surabaya, puluhan ribu orang bakal datang ke Surabaya. Hotel dan restoran pasti bakal ramai," ujarnya.
Keputusan tersebut mendapat persetujuan Ketua Umum PSSI Erick Thohir. Maruarar memastikan perihal itu setelah berkomunikasi langsung dengan Erick.
Menurut Maruarar, Bali menjadi letak nan tepat untuk menggelar dua pertandingan krusial tersebut.
"Semifinal dan final sesuai pengarahan Erick tempatnya di Bali. Pak Pieter Tanuri ada di situ, tidak tertekan kan, Pak Pieter?" ucap Maruarar.
Erick pun menyatakan persetujuannya terhadap keputusan tersebut.
"Saya setuju. Di PSSI tidak ada tekan-menekan, semua berasas kesepakatan," kata Erick. (E-4)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·