Bali United memperkenalkan jersey musim 2026/2027 hasil kerjasama dengan Adidas dan desainer lokal Rakajana, mengusung filosofi Barong Ket, Hanoman, dan motif lamak.(Bali United)
BALI United resmi memperkenalkan jersey laga kandang (home) dan tandang (away) untuk mengarungi kejuaraan Super League 2026/2027. Diluncurkan di Bali United Training Center, Gianyar, Bali, pada Jumat (24/7), seragam anyar Serdadu Tridatu datang melalui kerjasama dengan apparel asal Jerman, Adidas.
Meski menggandeng merek olahraga kelas dunia, Bali United tetap mempertahankan identitas lokal nan selama ini melekat pada klub. Hal itu terlihat dari kreasi jersey nan kembali mengangkat kekayaan budaya Pulau Dewata, hasil karya desainer lokal Rakajana.
Sebagai corak apresiasi terhadap sang kreator, nama Rakajana juga tercantum di bagian kiri bawah jersey. Sementara itu, Bali United tetap mempertahankan tiga warna unik klub, ialah merah, putih, dan hitam.
Rakajana mengaku momen peluncuran jersey musim ini menjadi pencapaian nan telah lama dinantikannya. Menurut dia, proses perancangan berjalan selama berbulan-bulan hingga akhirnya resmi diperkenalkan kepada publik.
"Jersey nan kita kreasi berbulan-bulan akhirnya ada di sini. Ini adalah hari nan betul-betul sudah saya tunggu. Akhirnya, jersey terbaru Bali United nan saya kreasi resmi diluncurkan," ujar Rakajana dalam laman sosial media pribadinya @rakajana.
Ia mengatakan, kerjasama Bali United dengan Adidas menjadi momen nan semakin istimewa. Meski demikian, konsep kreasi tetap mempertahankan benang merah dari musim sebelumnya, ialah menjadikan budaya Bali sebagai sumber inspirasi utama.
"Yang membikin momen ini semakin spesial, musim ini Bali United bekerja-sama secara resmi dengan Adidas sebagai apparel baru mereka. Kalau bicara soal desain, saya tetap mempertahankan benang merah nan sudah menjadi identitas musim sebelumnya, ialah mengangkat kekayaan budaya Bali sebagai sumber inspirasi," kata Rakajana.
Untuk jersey kandang, Rakajana mengambil inspirasi dari sosok Barong Ket nan dikenal sebagai simbol kebaikan, keberanian, sekaligus pelindung dari daya negatif.
Sementara pada jersey tandang, dia mengangkat karakter Hanoman nan melambangkan kesetiaan, ketangguhan, keberanian, dan pengorbanan demi tujuan nan lebih besar. Keunikan kreasi tersebut semakin diperkuat dengan motif lamak, salah satu komponen budaya Bali nan kerap digunakan dalam upacara budaya sebagai simbol doa, penghormatan, dan angan baik.
"Motif pada jersey ini terinspirasi dari lamak, salah satu komponen budaya Bali nan sering digunakan dalam beragam upacara budaya sebagai simbol doa, penghormatan, dan angan baik. Perpaduan filosofi Hanoman dan visual lamak menghadirkan identitas Bali dalam bebatan kreasi nan modern," ungkapnya.
Memasuki musim 2026/2027, Bali United juga melakukan pembenahan secara menyeluruh demi memperbaiki performa tim. Di bawah pengarahan pembimbing asal Belanda, Johnny Jansen, program persiapan difokuskan pada penguatan aspek strategi sekaligus pertimbangan menyeluruh terhadap hasil nan belum memuaskan pada musim sebelumnya.
Musim kedua Johnny Jansen berbareng Serdadu Tridatu ini menjadi kesempatan krusial untuk membawa tim meraih hasil nan lebih baik. Pada musim lalu, Bali United mengakhiri kejuaraan di ranking kedelapan klasemen setelah mengumpulkan 51 poin dari 34 pertandingan, dengan catatan 14 kemenangan, 9 hasil imbang, dan 11 kekalahan.
Salah satu perhatian utama tim pembimbing adalah meningkatkan performa saat bermain di kandang. Dari 17 pertandingan di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali United hanya bisa meraih 6 kemenangan, 6 hasil imbang, dan 5 kali menelan kekalahan. (Instagram/ @baliunitedfc/@rakajana/Z-2)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·