Banggar DPR Tagih Profil Utang, Purbaya Janji Rampung 10 Hari

1 jam yang lalu 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Anggaran DPR RI mempertanyakan laporan profil utang pemerintah nan belum juga diberikan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa hingga saat ini.

Hal ini disampaikan oleh Dolfie Othniel Frederic dalam rapat kerja Badan Anggaran DPR RI, Kamis (20/8/2026). Menurut Dolfie, Purbaya dan jajarannya belum menyampaikan laporan ini padahal laporan Panitia Kerja (Panja) Pembiayaan APBN sudah dibuat sebulan nan lalu.

"Pemerintah kudu menyampaikan laporan profil utang, sampai saat ini kami belum terima, laporan Panja ini dibuat 20 Juli 2026, hari ini 20 Agustus 2026," ujarnya dalam raker nan dihadiri jejeran Kemenkeu.

"Jadi ada kepastian dari pemerintah kapan ini mau diserahkan?" tanya Dolfie.

Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah menuturkan bahwa Banggar sudah menyampaikan kepada Dirjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan Astera Primanto Bhakti. Dia pun menanyakan kembali kepada Menteri Keuangan nan hadir.

"Kami sempat bicara dengan Pak Prima bisa gak dengan tenggat waktu akhir November sudah bisa diserahkan?" tanya Said.

Purbaya pun menyanggupi: "Bisa Pak, akhir November."

Sayangnya, Dolfie menilai tenggat nan diberikan terlalu lama dan dia meminta agar Kemenkeu menyerahkan esok. "Kita perlu ini untuk 2027. Harusnya besok," tegasnya.

Said menanggapi: "Pak Prima menyampaikan kepada saya, audit itu baru selesai."

Dolfie menjawab: "Profil utang ini Pak. nan nomor 15 (rekomendasi)."

Purbaya pun mengatakan Kemenkeu bisa menyelesaikan dalam dua minggu ke depan.

"Dari DPR mau minta kapan, kami bisa dua minggu ke depan selesai. Ini hanya profil utang saja kan? Kami ada setiap saat hanya kami perlu obrolan beberapa hari mungkin kasih lah kami 1 minggu kami sampaikan 1 minggu. Satu minggu bisa," tegas Purbaya.

Said pun memutuskan memberikan tenggat selama 10 hari untuk melaporkan profil utang tersebut.

(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya