ilustrasi banjir di Kota Padang.(Antara)
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan banjir nan melanda Kota Padang, Sumatra Barat, mulai berangsur surut. Berdasarkan pembaruan info hingga Selasa (4/8) pukul 14.30 WIB, genangan air di sejumlah wilayah terdampak terus menyusut.
Seiring surutnya banjir, penduduk mulai kembali ke rumah masing-masing dan membersihkan lingkungan serta tempat tinggal nan terdampak.
Banjir dipicu hujan berintensitas tinggi nan mengguyur Kota Padang pada Senin (3/8) pukul 11.00-17.00 WIB. Curah hujan nan tinggi menyebabkan sejumlah sungai meluap dan menggenangi permukiman dengan tinggi muka air mencapai sekitar 150 sentimeter di beberapa lokasi.
Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Kuranji, Koto Tangah, Bungus Teluk Kabung, Lubuk Begalung, dan Nanggalo. Banjir juga merendam sejumlah kelurahan, antara lain Gunung Sarik, Pasar Lalang, Rimbo Tarok, Kuranji, Sungai Sapih, Aia Pacah, Koto Panjang Ikua Koto, Bungus Selatan, Teluk Kabung Utara, Pagambiran Ampalu Nan XX, dan Surau Gadang.
Hingga kini, petugas tetap melakukan pendataan terhadap akibat banjir, termasuk jumlah korban dan kerugian materiil. Dalam penanganan darurat, BPBD Kota Padang berbareng Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Provinsi Sumatra Barat, didukung organisasi perangkat wilayah (OPD) terkait, telah mengevakuasi penduduk terdampak serta melakukan kaji sigap dan pendataan. Penanganan juga melibatkan Basarnas, TNI, Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah kelurahan, serta masyarakat setempat.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Sumatra Barat tetap menetapkan Status Transisi Darurat ke Pemulihan Bencana Banjir, Banjir Bandang, Tanah Longsor, dan Angin Kencang berasas Keputusan Gubernur Sumatra Barat Nomor 360-195-2026 nan bertindak hingga 18 September 2026. Status tersebut menjadi dasar penyelenggaraan penanganan darurat sekaligus percepatan pemulihan di wilayah terdampak.
BNPB mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem nan tetap dapat terjadi. Warga diminta mengikuti info resmi dari BMKG dan pemerintah daerah, menghindari aktivitas di area rawan banjir saat hujan lebat, serta segera melaporkan kondisi darurat kepada petugas andaikan muncul potensi ancaman bencana. (YH/P-3)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·