Jakarta, CNBC Indonesia - Pengusaha di Indonesia disebut Bank Dunia menghindari transaksi umum untuk menghindari pajak.
Menurut laporan Bank Dunia dengan tajuk "Indonesia: Membuka Potensi Pajak Usaha untuk Pertumbuhan", penghindaran pajak tersebut dilakukan dengan membatasi alias menghindari akses finansial formal, seperti transaksi alias transfer melalui perbankan.
Survey Bank bumi menunjukkan bahwa perusahaan di Indonesia nan menghindari pajak mempunyai kecenderungan penggunaan sistem finansial umum nan lebih rendah.
"Survei Bank Dunia terpisah tentang upaya mikro menemukan bahwa banyak upaya mini sengaja menghindari transfer perbankan untuk menghindari pajak," tulis Bank Dunia dalam laporannya dikutip Senin (3/7/2026).
Namun demikian, Bank Dunia mengatakan bahwa bukti nan tersedia tidak secara langsung menetapkan hubungan sebab-akibat antara penghindaran pajak dan penggunaan finansial formal.
Hal ini tidak membuktikan bahwa akses finansial secara langsung mengurangi penghindaran pajak, perihal ini menunjukkan bahwa perusahaan nan terlibat dengan lembaga finansial umum mungkin mempunyai insentif nan lebih kuat untuk mematuhi tanggungjawab pajak.
"Data survei menunjukkan hubungan positif antara finansial umum dan kepatuhan pajak, meskipun dengan keterbatasan," menurut Bank Dunia
"Perusahaan non-eksportir, nan mempunyai kemungkinan lebih tinggi untuk menghindari pajak, secara signifikan lebih mini kemungkinannya untuk menggunakan pinjaman alias angsuran umum untuk membiayai operasi mereka. Sebaliknya, eksportir nan memerlukan pembiayaan perdagangan dan terlibat dalam transaksi finansial lintas pemisah lebih condong menggunakan jasa perbankan formal," sambungnya.
Berdasarkan survey Bank Dunia, pembayaran elektronik dan transfer bank lebih lanjut mengurangi kesempatan penghindaran pajak.
Perusahaan nan tidak menggunakan sistem pembayaran elektronik lebih condong melaporkan bahwa menghindari pajak itu mudah, menunjukkan bahwa transaksi digital meninggalkan jejak audit nan menghalangi penggelapan.
Bank Dunia menyebut preferensi untuk transaksi tunai ini menyoroti hubungan antara informalitas, integrasi finansial nan lemah, dan kepatuhan pajak nan lebih rendah..
"Secara keseluruhan, meskipun memperkirakan penggelapan pajak tingkat perusahaan perseorangan tetap sulit, beberapa proksi berbasis survei menunjukkan hubungan positif nan kuat antara finansial umum dan kepatuhan pajak, memperkuat peran pengembangan sektor finansial dalam memperkuat pedoman pajak," ungkap Bank Dunia.
(ras/mij)
[Gambas:Video CNBC]

57 menit yang lalu
2







English (US) ·
Indonesian (ID) ·