Tim Bantuan Kemanusian tiba di Manggarai langsung bergerak ke NTT.(Dok Diskominfo Lombok)
MATARAM, Tim Solidaritas Kemanusiaan KR-BNN (Kerjasama Regional Bali, NTB dan NTT) untuk korban gempa telah tiba di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pagi hari, Selasa, 18 Agustus, seluruh tim dari NTB telah berkumpul di Markas Polres Manggarai Barat. Pemeriksaan personel dan kelengkapan peralatan dilakukan, dilanjutkan koordinasi pembagian tugas berbareng Tim Pemprov NTT.
Tim ini terus bergerak setelah dilepas Gubernur NTB di laman Kantor BPBD NTB Minggu (26/08). Tim menempuh perjalanan darat menuju Pelabuhan Sape, Bima, sebelum menyeberang menuju Labuan Bajo, NTT.
Karena keterbatasan kapabilitas kapal, penyeberangan dilakukan dalam dua tahap. Rombongan pertama bertolak sekitar pukul 21.00 Wita, disusul rombongan kedua pada pukul 23.00 Wita.
Malam itu juga tim menyeberangi laut membawa personel, perlengkapan medis, kebutuhan dapur umum, serta support logistik untuk korban terdampak gempa.
Posko utama Tim NTB bakal ditempatkan di Manggarai Timur. Di wilayah tersebut, tim bakal mendirikan rumah sakit lapangan dan dapur umum untuk mendukung pelayanan bagi masyarakat terdampak dan penduduk di pengungsian.
Tim kesehatan menjadi golongan nan bergerak lebih dulu menuju wilayah terdampak. Tenaga medis disebar untuk memperkuat pelayanan di sejumlah rumah sakit dan puskesmas, selain personel nan disiapkan untuk rumah sakit lapangan di Manggarai Timur. Tim dapur umum juga telah bergerak menuju pusat pengungsian.
Sementara itu, tim logistik melakukan penurunan support di Posko Manggarai Barat berupa air minum, beras, mi instan, dan beragam kebutuhan lainnya sebelum melanjutkan perjalanan menuju Manggarai Timur.
Seluruh support logistik dikoordinasikan melalui Tim Tanggap Darurat Gempa NTT nan dikoordinasikan BPBD NTT. Langkah ini dilakukan agar support terdistribusi sesuai kebutuhan, tepat sasaran, serta menghindari penumpukan alias support dobel pada letak tertentu.
Perjalanan panjang dari NTB menuju NTT sekarang memasuki bagian terpentingnya, bekerja di tengah masyarakat nan sedang menghadapi bencana.
Sebagaimana diketahui, Pemprov NTB mengirimkan support berupa logistik dan tim tanggap darurat untuk korban gempa nan terjadi NTT.
Pengiriman support ini bermaksud untuk membantu proses penanganan darurat, pelayanan kesehatan, penjangkauan psikososial, serta penyaluran logistik dan peralatan medis di letak terdampak.
Pelepasan armada logistik dan tim tanggap musibah tersebut dipimpin Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal di Kantor Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB, Minggu (16/08).
Gubernur NTB Iqbal mengatakan, pengiriman support logistik dan tim kemanusiaan ini merupakan corak empati terhadap musibah nan dialami masyarakat NTT.
Menurut Iqbal, sejak terjadi gempa di NTT, Pemprov NTB langsung menyiagakan sekitar 30 armada kendaraan nan didukung anggaran operasional dan logistik.
“Kurang dari 24 jam sejak terjadi gempa tim kita sudah siap,” katanya.
Kesiapan tersebut menunjukkan bahwa NTB tidak saja telah siap membantu korban gempa bumi di NTT, “Kesiapan ini juga membuktikan bahwa kita NTB mempunyai kesiapsiagaan dalam perihal menangani bencana,” katanya.
Gubernur Iqbal menjelaskan, untuk support logistik terutama bahan makanan pokok disiapkan di Bima dengan argumen untuk efisiensi biaya distribusi.
Kebijakan tersebut juga dilakukan oleh wilayah lain nan juga ikut membantu korban gempa NTT. Salah satunya Pemerintah Provinsi Bali nan menyiapkan logistik di Bima. Selanjutnya support dibawa kapal unik untuk selanjutnya didistribusikan di NTT.
“Sebagian besar logistik berupa makanan kita siapkan di Bima agar efisien. Sementara bantan nan disiapkan di Mataram berupa obat-obatan nan merupakan hasil sumbangan dari sejumlah pihak,” katanya.
Selain logistik, Pemprov NTB juga mengirim perangkat berat dan kendaraan untuk membantu membersihkan puing puing reruntuhan sekaligus untuk membuka akses jalan nan terputus.
Bantuan tersebut selanjutnya bakal disalurkan melalui sejumlah posko, terutama di wilayah Labuan Bajo dan Ende. Bantuan tersebut bakal difokuskan untuk wilayah daerah nan mengalami kerusakan paling parah, seperti di wilayah Manggarai.
Pengalaman gempa 2018 di Lombok telah memberikan gambaran apa saja nan kudu dilakukan. Seperti menangani pemukiman nan rusak termasuk gimana menangani masyarakat dari trauma, terutama anak-anak.
Bantuan makanan minuman diantaranya, susu, sarden, abon, mie instan, pembalut, terpal, tenda, serta paket obat/kesehatan lengkap.
Dinas Kesehatan Provinsi NTB memberikan support berupa emergency kit type A 37 unit, ibu mengandung kit 20 unit, PUS Kit 16 unit, bayi baru lahir kit 20 unit, ibu bersalin kit 16 unit, individual hygiene kit 110 unit, family kit 23 unit, tenda pelayanan kesehatan 2 unit, tenda posko 2 unit, veltbed 10 unit, meja dan bangku lipat.
Selain itu, PMI Provinsi NTB menyerahkan support hygiene kit, terpal, matras, dan selimut. Poltekkes Kemenkes Mataram berupa popok bayi, pembalut wanita, busana dalam, biskuit/regal, dan mi instan.
Dari Bank Mandiri juga menyerahkan support senilai Rp 100 juta berupa susu, pampers bayi, mi instan, minyak goreng, gula pasir, air mineral, tenda, selimut, tikar, dan matras.
Bantuan juga diberikan Dinas Ketahanan Pangan ialah persediaan beras Pemprov NTB sebanyak 21 ton; Bulog 3 ton beras; AMNT 10 ton beras dan selimut; PT Narmada Awet Muda berupa air mineral gelas.
Khusus dari BPBD Provinsi NTB mengirim 125 paket sembako, tikar 100 lembar, air mineral 175 dus mi instan, paket pangan, terpal, dan tikar.
Sementara untuk support personil sebanyak 79 orang. Khusus tim medis terdiri dari master spesialis, dokter, perawat, bidan, apoteker, dan psikolog sebanyak 60 orang.
Tim medis ini berasal dari Dinas Kesehatan NTB, RSU Lingkup Provinsi NTB sebanyak 53 orang, RS Unram 13 orang dan 4 orang dari Dinas Kesehatan Kota Mataram. Sementara personel tanggap darurat di luar tim medis berasal dari BPBD NTB, PUPRPKP NTB dan Dinas Sosial P3A NTB.
Sementara armada kendaraan sebanyak 30 unit berupa mobil rescue, navara, hiace, ambulans, dapur umum, truk, eskavator, dan innova. (YR/E-4)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·