Tim Bareskrim Polri melakukan penggeledahan di salah satu letak di area Bengkong, Batam, Senin (17/8) malam, dalam pengembangan kasus dugaan tindak pidana perjudian.(MI/Hendri Kremer)
PENYIDIKAN kasus dugaan tindak pidana pertaruhan di Batam terus berkembang. Setelah menggerebek gelanggang permainan (gelper) nan diduga beraksi sebagai letak pertaruhan kasino di area Nagoya, Bareskrim Polri sekarang menyasar sejumlah letak di Bengkong.
Penggeledahan dilakukan pada Senin (17/8/2026) malam oleh tim campuran nan terdiri dari Bareskrim Polri, Polda Kepri, dan Polresta Barelang. Operasi besar ini dipimpin langsung oleh Wakabareskrim Polri sebagai corak kesungguhan dalam memberantas praktik pertaruhan di wilayah tersebut.
Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Nona Pricillia, membenarkan rangkaian penggeledahan tersebut. Ia menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian krusial dari pengembangan investigasi kasus dugaan pertaruhan nan tengah ditangani.
"Memang betul tadi malam tim Bareskrim Polri campuran dengan Polda Kepri maupun Polresta Barelang melakukan penggeledahan di beberapa letak di Bengkong dan dipimpin langsung oleh Wakabareskrim Polri," ujar Nona, Selasa (18/8/2026) siang.
Dalam operasi di Bengkong tersebut, interogator mengamankan sejumlah peralatan nan diduga kuat berangkaian dengan perkara nan sedang diselidiki. Meski demikian, pihak kepolisian belum merinci jenis maupun jumlah peralatan bukti nan disita dari lokasi-lokasi tersebut.
Nona menambahkan bahwa info lebih mendalam mengenai hasil penggeledahan bakal disampaikan secara resmi oleh Wakabareskrim Polri melalui konvensi pers mendatang. Saat ini, seluruh proses pemeriksaan saksi maupun peralatan bukti dipusatkan di Polresta Barelang untuk memudahkan koordinasi antarunsur penyidik.
Berawal dari Penggerebekan Gelper Nagoya
Tindakan tegas di Bengkong ini merupakan tindak lanjut dari operasi Bareskrim Polri terhadap suatu gelper di area Nagoya, Batam, pada Sabtu (15/8/2026) malam. Lokasi tersebut diduga kuat telah beranjak kegunaan menjadi kasino terselubung.
Dalam penyergapan di Nagoya tersebut, polisi mengamankan sedikitnya 197 orang untuk menjalani pemeriksaan intensif. Berdasarkan hasil pengembangan dari pemeriksaan ratusan orang tersebut, interogator kemudian menemukan petunjuk nan mengarah pada keterkaitan sejumlah letak di Bengkong dengan aktivitas pertaruhan tersebut.
"Ya, mengenai tindak pidana pertaruhan dan ini adalah hasil pengembangan dari tim penyidik," tegas Nona mengenai kaitan antara penyergapan di Nagoya dan penggeledahan di Bengkong.
Hingga saat ini, investigasi tetap terus berjalan. Polisi tetap mendalami peran masing-masing pihak serta keterkaitan peralatan bukti nan ditemukan dalam rangkaian penindakan maraton tersebut. Bareskrim Polri berbareng jejeran Polda Kepri dan Polresta Barelang berkomitmen untuk mengungkap tuntas jaringan maupun pihak-pihak nan terlibat dalam aktivitas pertaruhan di Batam. (I-2)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·