Barron Trump Mau Dibunuh, "Paspampres" Turun Tangan

1 jam yang lalu 3

Jakarta, CNBC Indonesia - US Secret Service namalain Paspampres AS tengah menyelidiki sebuah video nan berisi ancaman terhadap Barron Trump, putra bungsu Presiden Donald Trump.

Juru bicara Secret Service Nate Herring mengatakan pihaknya mengetahui keberadaan video tersebut dan langsung melakukan penyelidikan lantaran materi itu dapat dikategorikan sebagai ancaman terhadap perseorangan nan berada di bawah perlindungan lembaga tersebut.

Ia menambahkan bahwa info lebih rinci mengenai penyelidikan tidak dapat disampaikan kepada publik.

"Karena argumen keamanan operasional, kami tidak membahas hal-hal nan berangkaian dengan intelijen perlindungan," ujar Herring, dikutip Rabu (26/8/2026).

Video tersebut disiarkan pada akhir pekan oleh Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB), lembaga penyiaran milik negara Iran nan dinilai sejalan dengan golongan garis keras dalam pemerintahan Iran. Pimpinan lembaga penyiaran tersebut ditunjuk secara langsung oleh Pemimpin Tertinggi Iran.

Seorang sumber penegak norma federal mengatakan kepada CNN bahwa video itu merupakan bagian dari rangkaian video nan dibuat Iran untuk menargetkan family Trump dan Trump sendiri. Beberapa video di antaranya memuat info mengenai pergerakan serta saran mengenai langkah membunuh personil family presiden.

Video tersebut menampilkan sejumlah letak nan diduga menjadi tempat Barron Trump berada alias berpotensi berada, dengan narasi nan mengarah pada upaya untuk membunuhnya. Pada bagian akhir video, muncul indikasi adanya bingkisan alias hadiah sebesar US$10 juta bagi pihak nan melakukan pembunuhan tersebut.

Ancaman terhadap family Trump dari Iran bukan perihal baru. Pemerintah dan golongan nan mengenai dengan Iran telah secara terbuka melontarkan ancaman terhadap Trump maupun personil keluarganya sejak masa kedudukan pertamanya sebagai Presiden AS.

Trump sendiri telah menjadi salah satu sasaran utama kepemimpinan Iran sejak memerintahkan serangan udara AS nan menewaskan Jenderal Iran Qasem Soleimani pada awal 2020.

Kematian Soleimani kemudian menjadi salah satu titik paling sensitif dalam hubungan antara Washington dan Teheran. Sejumlah sumber juga sebelumnya menyebut adanya perhatian unik dari abdi negara keamanan AS terhadap ancaman nan berasal dari Iran maupun golongan nan menjadi proksinya, terutama ancaman nan ditujukan langsung kepada Trump.

Wakil Direktur Secret Service Matt Quinn mengatakan persoalan tersebut telah diketahui secara luas dan bukan merupakan ancaman nan tersembunyi.

"Saya rasa bukan rahasia lagi, perihal ini sudah diberitakan di media, bahwa Iran secara terbuka mengatakan mereka mau membunuh Presiden Trump," kata Quinn kepada wartawan dalam sebuah aktivitas pada bulan lalu.

(luc/luc) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya