Ilustrasi(MI/Heri Susetyo)
BADAN Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menyisir Perairan Utara Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, dari udara menggunakan Helikopter Rescue 1301 jenis AW139 pada Kamis (6/8). Langkah ini dilakukan untuk memantau tanda-tanda keberadaan korban kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 nan belum ditemukan.
Meski status operasi SAR telah beranjak menjadi operasi kesiapsiagaan sejak Selasa (4/8), pemantauan intensif tetap dilanjutkan sembari menunggu verifikasi info penumpang. Pesawat helikopter berangkat dari Pangkalan Udara TNI AL (Lanudal) Juanda Kabupaten Sidoarjo.
"Sembari menunggu verifikasi pengaduan penumpang nan belum ditemukan dari KSOP dan perusahaan kapal, kami tetap melaksanakan tindakan pemantauan dan penyisiran di area sekitar letak kejadian," ujar Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, Kamis (6/8).
Nanang menjelaskan, pemantauan udara difokuskan untuk mendeteksi keberadaan penumpang nan kemungkinan tetap di sekitar letak dan belum terevakuasi. Pihaknya juga menyelaraskan info laporan dari pihak family penumpang nan menduga anggotanya tetap hilang.
Jika laporan penduduk telah terverifikasi, Basarnas bakal mengoordinasikan unsur SAR mengenai untuk penanganan cepat. "Apabila ada laporan korban nan perlu dievakuasi, maka bakal dikomunikasikan ke semua unsur posko sesuai kegunaan masing-masing," tambahnya.
Sebelum pemantauan udara, Basarnas mengerahkan KN SAR 249 Permadi untuk menyisir Perairan Utara Madura pada Rabu (5/8). Kapal tersebut sekarang bersandar di Dermaga Distrik Navigasi, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, untuk pengisian bahan bakar.
Hingga penyisiran udara berhujung pada Kamis sore, Basarnas belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban tambahan dari KM Mutiara Sentosa II. Pemantauan kesiapsiagaan bakal terus disesuaikan dengan perkembangan laporan resmi di lapangan. (HS/E-4)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·