ilustrasi: Jamal Musiala mendapat perawatan tim medis.(Odd ANDERSEN / AFP)
PELATIH kepala Bayern Muenchen, Vincent Kompany, mengungkapkan bahwa pihak klub sebenarnya sudah mengetahui kondisi gangguan saraf nan dialami oleh gelandang Jamal Musiala jauh sebelum masalah tersebut dipublikasikan pekan ini.
Beberapa jam setelah sempat pingsan di atas lapangan untuk kedua kalinya dalam empat hari, pemain berumur 23 tahun itu merilis pernyataan pada hari Selasa nan mengonfirmasi bahwa dia menderita "gangguan saraf" nan dapat memicu "kejang sementara namun dapat diobati."
Ia mengonfirmasi bahwa Musiala tidak bakal diturunkan dalam laga pembuka musim Supercup melawan Borussia Dortmund pada Sabtu (22/8). Kompany menegaskan bahwa Bayern sudah sangat mengerti dengan situasi sang pemain. Sang pembimbing juga menjelaskan bahwa kejadian tegang tersebut dipicu oleh sedikit perubahan dalam metode pengobatan Musiala.
“Dia membikin sedikit perubahan pada pengobatannya, nan kemudian memicu beberapa pengaruh samping. Sangat wajar untuk melakukan perubahan pada rencana pengobatan," jelas Kompany kepada awak media.
"Sekarang, kami mau mengembalikan semuanya seperti sedia kala."
Sementara itu, Direktur Olahraga Bayern, Max Eberl, menambahkan bahwa pihak klub apalagi telah mengetahui kondisi ini selama lebih dari satu tahun, dan keputusan untuk mempublikasikannya sepenuhnya berada di tangan Musiala.
Kompany memastikan bahwa jejeran pembimbing dan tim medis Bayern tetap bersikap tenang ketika Musiala mengalami kolaps di lapangan, lantaran mereka sudah mempunyai prosedur penanganan nan matang.
“Saya mengerti ada banyak pertanyaan di luar sana. Tapi, rasa terkejut pertama bagi kami sudah terjadi sejak lama. Oleh lantaran itu, kami tidak terlalu mempermasalahkannya saat ini," ujar Kompany.
"Kami sudah bersiap sejak beberapa waktu lalu... Kami mempunyai prosedur nan jelas dan kami sangat optimis."
Akibat kondisi ini, Musiala kudu menepi dan dipastikan tidakhadir dalam laga Supercup akhir pekan ini berbareng dua rekan setimnya, Lennart Karl dan Serge Gnabry, saat skuad juara memperkuat Jerman itu berjamu ke markas Borussia Dortmund.
(AFP/P-4)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·