BBKSDA Riau Pasang Kandang Jebak Harimau di Pulau Burung Riau

1 jam yang lalu 3
BBKSDA Riau Pasang Kandang Jebak Harimau di Pulau Burung Riau Harimau sumatra(Dok.BKSDA)


MITIGASI bentrok hubungan negatif antara manusia dan harimau sumatra, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menyiapkan kandang jebak alias box trap.

Sebelumnya, tim mobilitas sigap BBKSDA Riau telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan pengawasan dengan memasang kamera trap untuk mengatasi pengaduan masyarakat nan merasa diteror oleh harimau sumatra di Pulau Burung.

“Tim sedang terus melakukan beberapa upaya mitigasi dan sosialisasi, serta pemantauan harimau. Hari ini sedang menyiapkan kandang jebak (box trap) dan semoga jika sudah siap segera bisa kami pasang,” kata Kepala Bidang Teknis BBKSDA Riau Ujang Holisudin, Minggu (2/8). 

Selain itu, lanjut Ujang, pihaknya juga bakal melakukan penambahan tim lapangan untuk melakukan pemantauan harimau sumatra menggunakan drone thermal. Adapun sampai saat ini tim BBKSDA tetap melakukan sosialisasi pada masyarakat untuk pengamanan harimau sumatra dan manusia dalam masalah hubungan negatif tersebut. 

“Kami juga melakukan penambahan tim untuk melakukan pemantauan dengan drone thermal. Tim tetap dalam perjalanan menuju lokasi,” ujarnya.

Sebelumnya, menindaklanjuti laporan tentang adanya hubungan negatif antara manusia dan harimau sumatra nan masuk kepemukiman masyarakat dan menerkam ternak penduduk di Desa Sungai Danai, Kecamatan Pulau Burung, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, nan terjadi pada Jumat (24/7), BBKSDA Riau menurunkan Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) untuk melakukan pengecekan dan mitigasi.

Kepala Balai Besar KSDA Riau Supartono mengatakan bahwa berasas identifikasi tim WRU di letak kejadian nan didampingi oleh perangkat desa dan Kanit Reskrim Polsek Pulau Burung, ditemukan jejak baru harimau sumatra dengan ukuran telapak kaki panjang 14 cm dan lebar 13 cm. 

"Untuk mengetahui pergerakan satwa liar harimau sumatra tersebut, tim melakukan pemasangan camera trap dan melakukan pemantauan melalui udara dengan menerbangkan drone di sekitar letak kejadian,” ujarnya.

SOSIALISASI DAN EDUKASI
Selanjutnya, Supartono mengatakan bahwa sebagai langkah pencegahan, tim melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat serta perangkat desa agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kebun maupun di sekitar letak kejadian. 

Ia juga menyarankan agar hewan ternak sapi maupun kambing dikandangkan sehingga tidak memicu datangnya harimau sumatra ke pemukiman serta membikin meriam spirtus guna menghalau kemunculan harimau sumatra agar bisa kembali ke kediaman mereka.

Direktur Jenderal KSDAE, Satyawan Pudyatmoko mengatakan bahwa Harimau Sumatra adalah satwa kunci nan dilindungi Undang-undang, sekaligus merupakan satwa kebanggaan Pulau Sumatra. "Untuk itu mari kita jaga alam dan isinya untuk kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Masyarakat diimbau untuk segera melaporkan kepada petugas BBKSDA Riau alias abdi negara setempat andaikan memandang alias mengetahui keberadaan harimau sumatra guna mendukung penanganan lebih lanjut. "Mari bersama-sama kita jaga kelestarian satwa nan dilindungi sekaligus menjaga keamanan ruang hidup masyarakat,” pungkasnya.(E-2)

Selengkapnya