BBM Biodiesel B50 Sudah Hadir, RI Butuh 2,5 Juta Metanol

1 jam yang lalu 2
ARTICLE AD BOX

Karawang, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan kebutuhan metanol nasional mencapai 2,5 juta ton per tahun seiring peluncuran program biodiesel 50% alias B50. B50 sendiri sudah bertindak per 1 Juli 2026.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan pemerintah segera membangun industri metanol di dalam negeri guna memenuhi kebutuhan tersebut. Ia menyebut pembangunan pabrik bakal dilakukan di wilayah Bojonegoro dan Kalimantan Timur dengan menggunakan bahan baku gas dan batu bara.

"Bahwa dengan munculnya B50 ini ada peningkatan kebutuhan metanol. Metanolnya kita butuh hanya untuk B50 sekitar 2,5 juta ton per tahun. Maka langkah berikut adalah kita mendorong untuk segera membangun industri metanol," ujarnya saat ditemui di sela aktivitas Peresmian Peluncuran Mandatori B50, di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, dikutip Jumat (10/7/2026).

Pemerintah menargetkan pembangunan pabrik metanol tersebut dimulai melalui peletakan batu pertama (groundbreaking) pada bulan ini. Hal itu lantaran penerapan B50 juga perlu dibarengi dengan pemenuhan bahan bakunya dalam negeri.

"Maka langkah berikut adalah kita mendorong untuk segera membangun industri metanol. Ini ada di Jawa Timur sudah kita bulan ini juga kita bakal melakukan groundbreaking. Dan kemudian adalah di Kalimantan Timur merupakan bagian hilirisasi daripada batu bara," imbuhnya

Seiring dengan itu, memang B50 sendiri bisa menghentikan impor solar di dalam negeri.

"Ini adalah sebuah lompatan nan sangat sigap atas dasar pengarahan Bapak Presiden. Dengan peluncuran B50 ini maka alhamdulillah kita tidak lagi melakukan impor solar dari negara lain," kata Bahlil.

Pemerintah juga memproyeksikan adanya surplus produksi solar hingga 4 juta kiloliter (kl) berkah pengoperasian kilang baru di Kalimantan Timur. Kelebihan pasokan tersebut bakal dikonversi untuk mendukung produksi Avtur di dalam negeri.x

"Surplusnya itu diperkirakan di antara 3-4 juta. Tahap berikutnya adalah kita bakal mendorong untuk membangun Avtur. Kita bakal mencoba untuk juga tidak lagi melakukan impor Avtur," tandasnya.

(pgr/pgr)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya