ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNBC Indonesia - Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah merespons penggeledahan nan dilakukan tim campuran kepolisian di beberapa letak sepanjang Rabu (8/7/2026) hingga Kamis (9/7/2026).
Beberapa letak nan digeledah seperti kafe di Cipete dan rumah pribadi di Sentul nan disebut-sebut berangkaian dengan dirinya.
Dalam konvensi pers, terdapat enam perihal nan disampaikan Febrie. Pertama, aktivitas kerja di bagian pidana unik tetap melangkah normal. Dia juga memastikan penyelidikan, penyidikan, penuntutan, hingga ekseskusi peralatan bukti tetap dilakukan standar operasional prosedur (SOP).
"Kami memastikan bahwa seluruh aktivitas dan tugas nan telah diperintahkan kepada kami dan rekan-rekan semua di Gedung Bundar nan sedang melakukan penyelidikan, penyidikan, penuntutan, maupun tugas di lapangan dalam mengekseskusi barang-barang bukti tetap berjalan, apalagi tetap sesuai dengan SOP melangkah dengan cepat," kata Febrie di Gedung Jampidsus Kejagung, Jakarta, Jumat (10/7/2026)
Kedua, Febrie mengatakan, Gedung Bundar saat ini sedang konsentrasi menyelesaikan sejumlah perkara strategis nan berangkaian dengan kepentingan masyarakat dan program prioritas pemerintah. Seperti tata kelola pertambangan, dugaan transfer pricing, hingga tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurutnya, penanganan perkara itu merupakan bagian dari komitmen Kejagung dalam memberantas tindak pidana korupsi secara profesional, independen, dan dapat dipertanggungjawabkan melalui proses persidangan.
"Upaya tersebut bagian komitmen lembaga pemerintah bersih berintegritas dan memberi pengaruh jera ke pelaku tindak pidana korupsi. Untuk itu support dan kepercayaan masyarakat menjadi daya krusial bagi kami di Gedung Bundar agar progres penegakan norma dapat melangkah efektif independen dan berkesinambungan," tuturnya.
Ketiga, dia menegaskan bahwa Jampidsus Kejagung juga bakal tetap menghormati setiap penegakan norma nan dilakukan Aparat Penegak Hukum, sesuai dengan ketentuan norma nan berlaku.
Keempat, Febrie juga meminta masyarakat tidak terburu-buru menarik konklusi atas info nan beredar di media sosial. Dia meminta publik menyikapi setiap info berasas kebenaran nan utuh.
Kelima, Febrie memastikan tugasnya lain di Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan juga tetap tetap berjalan. Dia berkomitmen untuk terus mengoptimalkan penerimaan negara melalui penagihan denda administratif kepada perusahaan nan melanggar.
"Bagi perusahaan nan tidak melakukan denda administratif sebagaimana ketentuan undang-undang kami telah tindaklanjuti melalui instrumen pidana. Langkah itu untuk memastikan tanggungjawab negara betul-betul di penuhi demi sebesar-besarnya kepentingan masyarakat," tuturnya.
Keenam, Kejaksaan Agung juga turut mendukung program strategis pemerintah prioritas nasional termasuk Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih, maupun program prioritas lainnya.
Bantah Terkait Bisnis di Cipete
Menjawab pertanyaan mengenai penggeledahan nan dilakukan kepolisian dan kaitannya dengan soal upaya di area Cipete, Febrie membantah adanya hubungan dengan dirinya maupun lembaga Jampidsus.
"Kami menghormati seluruh proses penegakan norma nan dilakukan sesama abdi negara penegak hukum. Terkait pemberitaan tersebut kita tunggu proses penyidikannya. Sekali lagi dapat saya jelaskan bahwa Jampidsus tidak ada keterkaitan dalam upaya apa nan telah diberitakan di media sosial seperti di Cipete," tuturnya.
Respons Soal Uang nan Ditemukan di Rumah Sentul
Febrie juga memberikan penjelasan mengenai temuan duit di rumah pribadinya di Sentul, nan menjadi sorotan publik. Menurutnya, duit itu mempunyai pemilik nan jelas berangkaian dengan aktivitas nan bisa dipertanggung jawabkan. Namun dia tidak mau memberikan penjelasan lebih perincian mengenai perihal ini, menurutnya perihal itu bisa disampaikan melalui sistem norma nan berlaku.
"Supaya jelas, ada duit nan ditemukan di rumah Sentul itu ada nan punya, ada kegiatannya, ada orang-orang aktivitas itu bisa ditanya, ada bangunannya bisa kelak di cek. Tapi kelak tentunya ini tidak bakal dijelaskan saat ini, namun bakal dijelaskan satu proses aktivitas nan benar," tuturnya.
Febrie juga menegaskan bahwa rumah di Sentul merupakan rumah Jampidsus nan telah dimiliki sejak lama. Itu bisa dilihat kepemilikannya sejak awal.
Singgung Dugaan Blackout Sumatra
Febrie juga menanggapi pertanyaan mengenai dugaan investigasi kepolisian nan dikaitkan dengan peristiwa blackout di Sumatra. Namun dia mengaku belum mengetahui adanya ketrkaitan perkara itu dengan Jampidsus.
Menurutnya andaikan perkara menyangkut pengadaan batu bara untuk PLTU, sebaiknya dilakukan audit secara menyeluruh terlebih dahulu.
"Baik jumlah, kebutuhan, kualitas nan masuk transaksi pembelian dan proses pengadaanya sehingga kita tahu ada perbuatan melawan norma di sana. Jadi untuk blackout mari kita tunggu saja rekan interogator sebaiknya ditanya ke sana ya," tuturnya.

1 jam yang lalu
3








English (US) ·
Indonesian (ID) ·