Bea Cukai Juanda Gagalkan Penyelundupan Sabu dan Ekstasi dari Malaysia

1 jam yang lalu 3
Bea Cukai Juanda Gagalkan Penyelundupan Sabu dan Ekstasi dari Malaysia Barang bukti sabu dan ekstasi nan diselundupkan dari Malaysia.(Bea Cukai)

Sinergi antara Bea Cukai Juanda, Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Timur I, dan Satgaspam Lanudal Juanda sukses menggagalkan upaya penyelundupan narkotika golongan I di Terminal 2 Kedatangan Bandara Internasional Juanda pada Rabu (29/7). Barang haram tersebut dibawa oleh seorang penumpang pesawat rute Kuala Lumpur, Malaysia, menuju Surabaya.

Penindakan bermulai dari pengawasan intensif terhadap penumpang pesawat dengan nomor penerbangan rute Kuala Lumpur (KUL)–Surabaya (SUB) nan mendarat pukul 11.16 WIB. Berdasarkan kajian risiko, petugas mengidentifikasi seorang penumpang laki-laki berinisial DI (21) sebagai profil berisiko tinggi.

Setibanya di area pabean (customs area), petugas mengarahkan DI ke jalur merah untuk pemeriksaan mendalam. Kecurigaan petugas terbukti saat dilakukan body tapping, di mana ditemukan barang asing nan disembunyikan di kembali busana pelaku.

Dari hasil pemeriksaan bentuk lanjutan, petugas menemukan peralatan bukti berupa:

  • Empat balut kristal putih dengan berat bruto sekitar 990 gram nan diduga metamfetamina (sabu).
  • Empat balut berisi 1.089 butir nan diduga ekstasi (MDMA).

Modus nan digunakan tersangka adalah dengan melilitkan seluruh peralatan bukti tersebut pada bagian perut, dada, dan punggung menggunakan korset (body strapping) untuk mengelabui petugas.

Kepastian jenis narkotika didapatkan setelah petugas melakukan pengetesan awal menggunakan Narcotics Identification Kit (NIK) dan perangkat Rigaku. Hasil tes menunjukkan kristal putih positif mengandung metamfetamina dan tablet nan ditemukan positif mengandung MDMA.

Atas temuan ini, tersangka DI beserta seluruh peralatan bukti telah diserahterimakan kepada Satgaspam Lanudal Juanda untuk proses investigasi lebih lanjut serta pengembangan jaringan narkotika internasional tersebut.

Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Timur I, Rusman Hadi, menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan bentuk nyata komitmen lembaga dalam menjalankan kegunaan community protector.

"Upaya penyelundupan narkotika terus berkembang dengan beragam modus. Oleh lantaran itu, Bea Cukai bakal terus memperkuat pengawasan berbasis intelijen dan kajian akibat serta bersinergi dengan abdi negara penegak norma untuk mencegah masuknya peralatan terlarang nan dapat menakut-nakuti keselamatan masyarakat," ujar Rusman dalam siaran pers nan diterima pada Rabu (5/8).

Keberhasilan penindakan ini mempertegas sinergi antaraparat penegak norma dalam menjaga perbatasan negara dari ancaman narkotika guna melindungi masyarakat Indonesia dari ancaman penyalahgunaan obat-obatan terlarang. (E-3)

Selengkapnya