Begini Jurus Kemenko Pangan Pacu Swasembada Protein

19 jam yang lalu 1
ARTICLE AD BOX

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Bidang Pangan) mulai menggencarkan swasembada protein nasional. Langkah ini ditempuh usai keberhasilan pemerintah mencapai swasembada pangan untuk karbohidrat.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan menuturkan, cakupan kebutuhan pangan pada dasarnya sangat luas, yang mana masyarakat memerlukan peningkatan kandungan gizi yang terdapat dalam setiap produk pangan, mulai karbohidrat hingga protein. Sejauh ini, pemerintah sudah menyelesaikan swasembada pangan untuk padi dan jagung yang kaya terhadap karbohidrat. Kini, pemerintah tengah berusaha mencapai swasembada protein melalui peningkatan produksi pada produk ikan, udang, telur, hingga ayam.

"Tahun ini kita fokus kepada swasembada protein, Ikan, udang, telur, ayam. Ya memang kita masuk ke susu dan daging sapi, tapi ini tidak mudah. Kita fokus dulu ayam dan ikan," ungkap dia dalam Economic Update 2026 CNBC Indonesia dengan tema "Capaian Kinerja dan Arah Penguatan Program Prioritas Kementerian", Selasa (23/6/2026).

Zulhas menyebut, upaya swasembada protein juga digencarkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Untuk itu, KKP bakal mengembangkan Kampung Nelayan Merah Putih. Keberadaan Kampung Nelayan ditujukan untuk mendorong kesejahteraan para nelayan sekaligus memperkuat rantai pasok perikanan nasional.

Menurut Zulhas, Kampung Nelayan hadir untuk mengatasi masalah klasik yang kerap dihadapi para nelayan di berbagai daerah. Dalam hal ini, nelayan sering kesulitan menjual ikan hasil tangkapan dengan harga kompetitif lantaran harus berhadapan dengan tengkulak. Belum lagi, banyak nelayan yang tidak memiliki fasilitas penyimpanan ikan, sehingga berdampak pada kualitas hasil tangkapan mereka.

Oleh karena itu, pada tahun 2026 pemerintah menargetkan dapat membangun sekitar 20.000 Kampung Nelayan Merah Putih di berbagai wilayah Indonesia. Di Kampung Nelayan tersebut bakal tersedia berbagai fasilitas yang mendukung kebutuhan para nelayan, seperti Koperasi Nelayan Merah Putih, Balai Lelang Ikan, Pabrik Es, Cold Storage atau gudang penyimpanan berpendingin, serta jaringan distribusi dan pemasaran hasil tangkapan.

Lantas, para nelayan nantinya akan memiliki posisi tawar yang lebih tinggi di pasar. Kalaupun nelayan belum mampu menjual hasil tangkapannya dengan harga kompetitif, maka Koperasi Nelayan Merah Putih bakal bertindak sebagai offtaker bagi nelayan tersebut.

"(Nanti) dibeli oleh Koperasi Nelayan Merah Putih. Koperasi Nelayan Merah Putih itu nanti akan mensuplai SPPG Badan Gizi Nasional," tandas Zulhas. 

(bul/bul)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya