Jakarta, CNBC Indonesia - Serapan anggaran shopping untuk kementerian alias lembaga (K/L) mengalami peningkatan drastis pada semester I-2026. Nilainya mencapai Rp 658,9 triliun atau setara 43,6% dari sasaran keseluruhan tahun Rp 1.510,5 triliun.
Nilai shopping K/L ini meningkat sekitar 40,04% jika dibandingkan dengan realisasi pada semester I-2025 sebesar Rp 470,5 triliun. Pertumbuhan ini menjadi nan tertinggi dalam empat tahun terakhir.
Pada semester I-2025 memang shopping K/L sempat turun sekitar 3,46% dari Rp 487,4 triliun menjadi Rp 470 triliun. Namun, nilai ini pun tetap lebih tinggi dibanding periode sebelumnya, misalnya pada periode 2023-2024, pertumbuhan shopping K/L sekitar 16,82% dari Rp 417,2 triliun menjadi Rp 487,4 triliun, dan 2022-2023 naiknya sekitar 6,21% dari Rp 392,8 triliun menjadi Rp 417,2 triliun.
"Belanja K/L Rp658,9 T (43,6% terhadap APBN), a.l dipengaruhi penyelenggaraan MBG, penyaluran Bansos (PBI JKN, Kartu Sembako, PKH, dan KIP Kuliah), pembangunan infrastruktur, pembayaran THR dan Gaji 13," dikutip dari bahan paparan realisasi APBN Semester I-2026, Kamis (23/7/2026).
Nilai shopping K/L terbesar selama separuh tahun ini berasal dari shopping peralatan nan mencapai Rp 267,4 triliun alias naik sekitar 100,7% dari periode nan sama tahun lampau Rp 133,2 triliun.
Komponen shopping peralatan terbesar berasal dari penyaluran MBG nan sudah senilai Rp 98,8 triliun dari total realisasi nan dicairkan Rp 101,1 triliun. Diikuti insentif biodiesel Rp 20,1 triliun, pelayanan kesehatan UPT Rp 7,8 triliun, penyaluran biaya BOS Swasta Rp 4,8 triliun, dan stabilisasi pangan Rp 3,2 triliun.
Selanjutnya adalah dalam corak shopping pegawai dengan nilai Rp 203,8 triliun alias naik 24,8% dari semester I-2025 sebesar Rp 163,3 triliun. Belanja pegawai ininaik lantaran pengangkatan ASN baru 355 ribu orang, percepatan pembayaran tunjangan pendidikan non PNS, serta realisasi THR dan penghasilan ke-13 ASN Pusat, TNI, dan Polri.
Untuk shopping modal, realisasinya sebesar Rp 109,4 triliun alias naik 14% dibanding periode nan sama tahun lampau Rp 96 triliun. Di antaranya disebabkan pencairan anggaran untuk jalan, irigasi dan jaringan Rp 19,5 triliun, peralatan dan mesin Rp 67,4 triliun, serta gedung dan gedung Rp 19,1 triliun.
Terakhir, untuk nan dalam corak shopping support sosial namalain bansos realisasinya Rp 78,3 triliun, naik tipis sekitar 0,4% dibanding periode nan sama tahun lampau Rp 78 triliun.
Belanja bansos ini sebagai besar untuk mendanai program support iuran agunan kesehatan nasional (PBI JKN) Rp 23,2 triliun untuk 96,7 juta peserta, kartu sembako Rp 19,7 triliun untuk 17,7 juta family penerima faedah (KPM), hingga program family angan (PKH) Rp 14,5 triliun untuk 9,7 juta KPM.
Adapula nan berbentuk program Indonesia pandai (PIP) Rp 8,8 triliun untuk 12,6 juta siswa, KIP Kuliah Rp 8,2 triliun untuk 940,5 ribu mahasiswa, serta penyelenggaraan asistensi dan rehabilitasi sosial, serta penanggulangan musibah Rp 3,9 triliun.
(arj/arj)
Addsource on Google

1 jam yang lalu
3







English (US) ·
Indonesian (ID) ·