Berangsur Pulih, Freeport Targetkan Produksi 75% di Semester I-2027

59 menit yang lalu 3

Mimika, CNBC Indonesia - PT Freeport Indonesia (PTFI) mengungkapkan sasaran produksi tambang oleh perusahaan bisa mencapai 75% dari produksi normal pada Semester I-2027 mendatang. Hal itu diproyeksikan meningkat dari sasaran capaian produksi perusahaan pada akhir tahun 2026 sebesar 65% dari produksi normal.

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas menyebut saat ini perusahaan tengah konsentrasi melakukan pembersihan material sisa longsoran di tambang Grasberg Block Cave (GBC). Ia memastikan pengerjaan teknis terus dipercepat agar operasional tambang dapat kembali ke level normal secara berjenjang guna menjaga stabilitas kontribusi bagi negara.

"Ke depannya kapabilitas produksi diharapkan dapat meningkat hingga 75% pada semester satu 2027 dan secara berjenjang mendekati kapabilitas penuh pada akhir tahun 2027," ujarnya dalam sambutan upacara HUT ke-81 RI, di Tembagapura, Papua Tengah, dikutip Selasa (18/8/2026).

Upaya pemulihan tambang bawah tanah tersebut melibatkan pemindahan sekitar 800.000 ton material lumpur basah serta perbaikan beragam prasarana pendukung nan sempat terdampak insiden. Pihaknya juga melakukan modifikasi pada sejumlah perangkat berat lantaran karakter bijih nan ditemukan di lapangan rupanya lebih basah dibandingkan perkiraan awal.

"Tahap pemulihan ini terus kita lakukan, ada beberapa modifikasi perangkat lantaran rupanya bijihnya lebih basah daripada nan kita perkirakan sebelumnya. Sehingga peralatan perlu dimodifikasi sedikit tapi sekarang sudah ongoing, semua sesuai sasaran 65% tahun ini, 75% semester satu dan menuju 100% di semester dua," tambahnya di sela acara.

Hingga akhir tahun 2026, PTFI memproyeksikan kapabilitas produksi menyentuh volume 800 juta pon tembaga dan 700.000 ons emas. Meskipun belum beraksi maksimal, perusahaan memproyeksikan kontribusi kepada penerimaan negara pada tahun ini tetap bisa menyentuh nomor Rp 47 triliun.

"Tahun depan tentu bakal lebih tinggi lagi lantaran tahun depan kita kan bisa mencapai semester satu itu 75% dan akhir tahun depan itu menuju ke 100%. Dan jika kita sudah 100% itu kontribusi kepada negara bisa luar biasa besar, lebih dari Rp 100 triliun, mungkin Rp 120 triliun setiap tahunnya," katanya.

Kelancaran proses pemulihan tersebut menjadi kunci bagi keberlanjutan investasi jangka panjang PTFI, termasuk pengembangan proyek tambang bawah tanah ialah Kucing Liar. Perusahaan memproyeksikan Kucing Liar bisa mulai produksinya pada tahun 2029 mendatang.

Dengan begitu, perusahaan berkomitmen tetap mengedepankan standar keselamatan kerja nan ketat selama proses peningkatan kapabilitas produksi menuju level 100% di akhir tahun 2027.

"Investasi ini menunjukkan bahwa di tengah masa pemulihan, Freeport Indonesia tetap melangkah maju dan terus membangun fondasi bagi keberlanjutan perusahaan dan manfaatnya bagi bangsa dan negara," tandasnya.

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya