Penanganan pasien korban gempa di RS Ruteng(Antara)
PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta membantu penanganan gempa bumi magnitudo 7,7 nan mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan pihaknya mengirimkan tenaga kesehatan ke NTT untuk membantu penanganan korban. Selain itu, jejeran ASN dan pegawai Balai Kota menggalang support awal sekitar Rp3,8 miliar.
“Untuk tahap awal, PNS dan juga jejeran nan ada di Balai Kota ini bakal berkontribusi kurang lebih Rp3,8 miliar,” kata Pramono melalui keterangannya, Selasa (18/8).
Ia menegaskan support tersebut bakal terus diperkuat. Pemprov DKI bakal mengoptimalkan support tambahan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) badan upaya milik wilayah (BUMD).
Sementara, Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Chico Hakim mengatakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta telah mengaktifkan posko campuran di Bandara Halim Perdanakusuma berbareng Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sejak 16 Agustus 2026.
Bantuan nan disiapkan meliputi makanan siap saji, biskuit, air mineral, terpal, kasur lipat, bantal, selimut, family kit, kids ware, hingga tandon air.
Menurut Chico, jumlah dan jenis support bakal terus disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Penyaluran dilakukan berasas koordinasi dengan BNPB dan BPBD Provinsi NTT agar support tepat sasaran.
“Kita membuka ruang bagi masyarakat nan mau ikut membantu. Penyaluran support dapat dikoordinasikan melalui BPBD DKI Jakarta,” bebernya.
Pemprov DKI menyampaikan belasungkawa mendalam kepada penduduk NTT nan terdampak gempa. Dukungan bakal terus diberikan untuk membantu proses penanganan darurat hingga pemulihan pascabencana. (Z-2)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·