Berisiko Tinggi, Menlu Spanyol Imbau Migran tak Pertaruhkan Nyawa Menuju Ceuta

2 jam yang lalu 14
Berisiko Tinggi, Menlu Spanyol Imbau Migran tak Pertaruhkan Nyawa Menuju Ceuta MENTERI Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares.(Dok. AFP/Kenzo TRIBOUILLARD)

MENTERI Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares memberikan peringatan keras kepada para migran agar tidak mempertaruhkan nyawa dengan mencoba memasuki wilayah Ceuta secara ilegal. Imbauan ini disampaikan menyusul maraknya misinformasi dan seruan di media sosial mengenai rencana tindakan penyeberangan perbatasan massal pada 15 Agustus mendatang.

Dalam kunjungannya ke wilayah enklave Spanyol di pesisir Afrika Utara tersebut, Albares meminta penduduk di Maroko dan wilayah Afrika lainnya untuk tidak mempercayai info tiruan mengenai kemudahan mendapatkan izin tinggal di Spanyol.

“Jangan pertaruhkan nyawa kalian dalam sebuah petualangan nan ditakdirkan untuk gagal,” tegas Albares pada Selasa (11/8/2026). Ia menekankan bahwa setiap perseorangan nan masuk secara terlarangan bakal dipulangkan ke negara asal.

Pengetatan Keamanan Jelang 15 Agustus

Otoritas Spanyol sekarang tengah memperketat keamanan di Ceuta dan Melilla guna mengantisipasi potensi lonjakan migran pada Sabtu (15/8). Militer Spanyol telah membatalkan libur personel nan ditempatkan di Ceuta mulai Kamis, sementara Garda Sipil menangguhkan seluruh izin dan pengecualian bagi petugas di lapangan.

Langkah preventif ini diambil setelah terjadinya tindakan penyeberangan besar-besaran pada 30 dan 31 Juli lalu. Pemerintah Spanyol mencatat sekitar 72.000 orang sempat memasuki Ceuta dari Maroko dalam periode tersebut. Meski sebagian besar telah kembali, Presiden Ceuta Juan Jesus Vivas mengungkapkan tetap ada sekitar 10.000 orang berstatus terlarangan nan memperkuat di permukiman darurat alias jalanan kota.

Kerja Sama dengan Maroko dan Dukungan Uni Eropa

Albares menyatakan bahwa Spanyol terus berkoordinasi dengan Maroko untuk mempercepat proses pemulangan. Menurutnya, otoritas Maroko telah menunjukkan kesediaan penuh untuk menerima kembali penduduk nan masuk secara ilegal.

“Setiap orang terakhir nan masuk ke Spanyol secara terlarangan bakal kembali ke Maroko,” ujar Albares. Pernyataan ini didukung oleh Vivas nan menilai bahwa memutus angan migran untuk mendapatkan suaka secara instan adalah kunci mencegah krisis serupa terulang.

Selain itu, Menlu Spanyol juga menyerukan solidaritas nan lebih besar dari Uni Eropa. Ia menggambarkan perbatasan antara Eropa dan Afrika di wilayah tersebut sebagai salah satu nan paling kompleks di dunia. Albares memastikan bahwa migran nan menyeberang ke Ceuta tidak bakal bisa melanjutkan perjalanan ke daratan utama Spanyol alias wilayah Eropa lainnya lantaran adanya pemeriksaan arsip tambahan nan ketat.

Di sisi lain, Albares melontarkan kritik terhadap Italia nan memberlakukan pemeriksaan perbatasan bagi pelancong dari Spanyol. Ia menilai kebijakan Italia tersebut lebih didorong oleh kepentingan politik partisan dan kebutuhan elektoral daripada argumen keamanan nan mendesak. (Ant/H-3)

Selengkapnya