Berpotensi Jadi Limbah, Penerimaan Bantuan Pakaian bagi Korban Kebakaran di Kampung Adat Kasepuhan Dihentikan

4 jam yang lalu 4
Berpotensi Jadi Limbah, Penerimaan Bantuan Pakaian bagi Korban Kebakaran di Kampung Adat Kasepuhan Dihentikan MENUMPUK: Bantuan busana layak pakai bagi korban terdampak kebakaran di Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya di Desa Sirnaresmi Kecamatan Cisolok dihentikan.(MI/Benny Bastiandi)

BANTUAN pakaian layak pakai bagi korban kebakaran di Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, berpotensi jadi limbah sandang. Pasalnya, volume support tersebut sudah sangat menumpuk.

Manager Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, menegaskan saat ini support untuk busana layak pakai kudu dihentikan sementara. Masyarakat nan mau membantu disarankan agar mengirimkan support dalam corak lain, misalnya logistik.

"Atas beragam pertimbangan, kami sudah tidak menerima support busana layak pakai lantaran sudah overload. Kalau support busana layak pakai terus berdatangan, maka berpotensi menjadi limbah sandang," kata Daeng, Selasa (28/7).

Bantuan busana layak pakai nan sekarang tetap menumpuk dinilai mencukupi kebutuhan masyarakat korban terdampak kebakaran. Masyarakat tetap memanfaatkan support itu untuk memenuhi kebutuhan sandang sehari-hari.

"(Pakaian nan menumpuk) tetap dipilah-pilah warga. Biasanya mereka (masyarakat) memilah dan memilihnya menjelang sore," pungkasnya.

Pemulihan

Upaya pemulihan pascakebakaran di Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, Pemkab Sukabumi memastikan proses pemulihan bagi para penyintas terus dipercepat. Tak hanya persiapan merehabilitasi rumah warga, tapi juga mempercepat proses pemulihan manajemen kependudukan (adminduk).

Wakil Bupati Sukabumi, Andreas, menuturkan saat ini mulai dilakukan pemulihan arsip adminduk penduduk nan turut ludes terbakar. Termasuk merampungkan pendataan pembuatan rekening bank bagi penerima support nan rencananya bakal disalurkan Pemprov Jawa Barat.

"Seluruh pendataan manajemen sudah selesai. Kartu Keluarga sudah dicetak. Menyusul KTP nan bakal segera diserahkan kepada warga. Pendataan rekening juga sudah rampung m, sehingga support bisa segera disalurkan,"  kata Andreas saat meninjau letak kebakaran sekaligus menyerahkan support secara simbolis kepada penduduk terdampak, Senin (27/7) malam.

Pemkab Sukabumi sudah menetapkan status tanggap darurat. Andreas memastikan beragam kebutuhan dasar penduduk tetap terpenuhi. 

Sejauh ini support logistik, terutama sembako, dinilai mencukupi. Sehingga, pemerintah mulai mengalihkan fokusnya pada tahap rehabilitasi dan pemulihan pascabencana.

"Semua unsur bergerak bersama. Alhamdulillah penanganan melangkah baik. Untuk tahap pemulihan kami sudah menyiapkan tim," tegasnya.

Untuk pembangunan kembali rumah warga, pemerintah wilayah telah menyelesaikan pendataan seluruh gedung nan terdampak. Namun, penyelenggaraan rehabilitasi tetap menunggu keputusan pihak Kasepuhan Adat Ciptamulya mengenai sistem dan letak pembangunan agar tetap selaras dengan nilai-nilai budaya nan berlaku.

"Kondisi penduduk sehat. Sempat ada trauma beberapa hari lalu, tetapi sekarang sudah mulai pulih. Puskesmas juga terus siaga memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat," pungkasnya. (BB/E-4)

Selengkapnya