BI Prediksi Ekonomi Jakarta Tetap Tumbuh Kuat di Tengah Ketidakpastian Global

1 jam yang lalu 3
BI Prediksi Ekonomi Jakarta Tetap Tumbuh Kuat di Tengah Ketidakpastian Global Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DKI Jakarta Bambang Arianto (kedua dari kiri).(MI/Putri Anisa Yuliani)

KANTOR Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta memperkirakan ekonomi Jakarta bakal tetap mencatat pertumbuhan nan solid sepanjang 2026 meskipun perekonomian dunia tetap dibayangi beragam ketidakpastian. Optimisme tersebut didukung oleh kuatnya permintaan dalam negeri, investasi nan terus meningkat, serta berlanjutnya beragam proyek strategis.

Deputi Kepala Perwakilan BI DKI Jakarta Bambang Arianto mengatakan bahwa fondasi ekonomi ibu kota tetap cukup kuat untuk menopang pertumbuhan.

“Perekonomian DKI Jakarta diprakirakan tetap tumbuh kuat didukung oleh terjaganya permintaan domestik dan keberlanjutan pengerjaan proyek strategis nasional maupun daerah,” kata Deputi Kepala Perwakilan BI DKI Jakarta Bambang Arianto di Jakarta, Jumat (7/8).

Menurut Bambang, tingginya penyelenggaraan aktivitas Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) serta beragam agenda budaya hingga akhir tahun turut memberikan kontribusi terhadap peningkatan aktivitas ekonomi di Jakarta.

Ia juga menilai bahwa di tengah dinamika ekonomi global, kondisi inflasi di Jakarta tetap berada pada level nan terkendali sehingga bisa menjaga stabilitas ekonomi daerah.

“Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Jakarta secara keseluruhan pada tahun 2026 berada pada tren positif nan solid, selaras dengan penguatan posisi Jakarta sebagai pusat upaya dan jasa berskala internasional,” ujar Bambang.

Selain itu, percepatan transformasi digital diproyeksikan menjadi salah satu aspek utama nan mendukung daya beli masyarakat sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi.

Sektor Perdagangan dan Konstruksi Jadi Penopang

Bambang menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Jakarta ditopang oleh sejumlah sektor utama. Sektor perdagangan besar dan satuan mencatat pertumbuhan sebesar 6,83% secara tahunan (year-on-year/yoy), sedangkan sektor bangunan tumbuh 5,96% (yoy).

Menurutnya, sektor ekonomi imajinatif juga menunjukkan perkembangan nan semakin positif.

“Kinerja sektor mengenai ekonomi imajinatif juga menunjukkan penguatan nyata,” tutur Bambang.

Di sisi lain, sektor penyediaan akomodasi, makanan dan minuman, termasuk industri kuliner dan pariwisata, membukukan pertumbuhan 9,52% (yoy). Peningkatan tersebut didorong oleh naiknya jumlah kunjungan visitor serta meningkatnya tingkat kediaman hotel.

Sementara itu, sektor info dan komunikasi tumbuh sebesar 5,97% (yoy), mencerminkan semakin pesatnya penggunaan jasa digital, aplikasi, media, serta transaksi berbasis teknologi di Jakarta.

Bambang menambahkan bahwa sektor imajinatif lainnya juga memperoleh faedah dari percepatan digitalisasi sistem pembayaran.

“Sektor imajinatif lainnya, seperti fesyen dan kerajinan (kriya) turut mencatatkan ekspansi pasar melalui dorongan digitalisasi sistem pembayaran dan ekspansi ekosistem QRIS nan semakin inklusif,” tutur Bambang.

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Lampaui Nasional

Berdasarkan info Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi DKI Jakarta pada triwulan II 2026 tumbuh sebesar 5,52% (yoy). Capaian tersebut berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional nan tercatat sebesar 5,29% (yoy).

Pertumbuhan tersebut didorong oleh tetap kuatnya permintaan domestik, meningkatnya investasi, serta keahlian positif beragam sektor usaha.

Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga meningkat 5,18% (yoy). Kenaikan ini didukung oleh tingginya aktivitas masyarakat selama penyelenggaraan beragam aktivitas besar, termasuk Jakarta Fair Kemayoran, serta momentum libur sekolah.

Sementara itu, investasi nan tercermin dalam Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh sebesar 6,52% (yoy). Adapun konsumsi pemerintah meningkat signifikan hingga 14,70% (yoy), seiring penyaluran penghasilan ke-13 bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). (E-4)

Selengkapnya