BI Purwokerto: Puncak Panen Padi Redam Dampak El Nino di Banyumas Raya

5 jam yang lalu 5
 Puncak Panen Padi Redam Dampak El Nino di Banyumas Raya Petani menyemprotkan cairan pestisida di salah satu lahan sawah di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Kamis (2/7/2026).(ANTARA/Harviyan Perdana Putra)

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Purwokerto memprediksi puncak masa panen padi nan berjalan saat ini dapat meredam akibat kejadian El Nino terhadap sektor pertanian dan kesiapan pangan di wilayah Banyumas Raya. Kondisi ini dinilai menjadi modal krusial untuk menjaga stabilitas pasokan di tengah potensi gangguan musim kemarau.

Kepala KPwBI Purwokerto, Aswin Gantina, menyatakan optimisme bahwa sektor pertanian di wilayah Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara tetap terjaga. Hal ini didukung oleh kebenaran bahwa saat ini wilayah tersebut tengah memasuki puncak panen musim tanam kedua.

"Kita optimistis El Nino tidak terlalu berakibat terhadap sektor pertanian, khususnya di Banyumas Raya. Apalagi sekarang sedang puncak panen musim tanam kedua," ujar Aswin dalam aktivitas Bincang BI Bersama Media di Purwokerto, Senin (24/8).

Menurut Aswin, pantauan di lapangan menunjukkan kondisi persawahan nan tetap hijau serta kesiapan air di sungai maupun saluran irigasi nan tetap mencukupi. Kondisi ini diharapkan bisa menjaga kesinambungan produksi pangan sekaligus menekan potensi kenaikan nilai akibat gangguan produksi selama kemarau.

Langkah Mitigasi Sektor Hulu dan Hilir

Meski kondisi saat ini tetap terkendali, KPwBI Purwokerto tetap menyiapkan langkah mitigasi komprehensif untuk mengantisipasi jika tandus berjalan lebih panjang. Di sektor hulu, konsentrasi diarahkan pada:

  • Optimalisasi jaringan irigasi dan pompanisasi.
  • Pengelolaan sumber air secara efektif.
  • Mendorong penggunaan varietas tanaman adaptif kemarau.
  • Penerapan teknologi digital farming untuk meningkatkan produktivitas.

Selain itu, pendampingan intensif dilakukan kepada golongan tani, petani muda, hingga lingkungan pesantren guna memperkuat pengembangan komoditas pangan strategis.

Penguatan Distribusi dan Sinergi TPID

Dari sisi distribusi, BI mendorong optimasi kerja sama antardaerah melalui skema Government to Government (G2G) di wilayah Banyumas Raya serta ekspansi kerja sama Business to Business (B2B). Langkah ini dibarengi dengan penyelenggaraan Operasi Pasar alias Gerakan Pangan Murah serta penguatan jaringan Toko Tani.

Aswin menambahkan bahwa pengawasan nilai komoditas strategis bakal diperketat agar tetap sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET). Pihaknya juga memantau akibat penyesuaian biaya logistik terhadap nilai di tingkat konsumen.

Seluruh upaya ini diintegrasikan melalui sinergi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dengan strategi 4K: keterjangkauan harga, kesiapan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif dalam kerangka Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).

“Dengan beragam langkah tersebut, kami berambisi stabilitas pasokan dan nilai pangan di Banyumas Raya tetap terjaga meskipun menghadapi potensi akibat El Nino,” pungkas Aswin.

Selengkapnya