BI Tasikmalaya Perkuat Pengendalian Inflasi Berbasis Data, Luncurkan Aplikasi Sidang

1 jam yang lalu 2
BI Tasikmalaya Perkuat Pengendalian Inflasi Berbasis Data, Luncurkan Aplikasi Sidang Bank Indonesia Tasikmalaya meluncurkan aplikasi Sinergi Data Ngahiji (Sidang) untuk mendukung pengambilan kebijakan pengendalian inflasi.(MI/KRISTIADI)

BANK Indonesia Tasikmalaya berbareng pemerintah wilayah di Priangan Timur meluncurkan pengembangan terbaru Sinergi Data Ngahiji (Sidang). Platform ini mengintegrasikan info nilai dan pasokan pangan lintas wilayah dilengkapi sistem peringatan awal dan proyeksi berbasis kepintaran buatan untuk mendukung pengambilan kebijakan pengendalian inflasi.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya, Azhar Livaldy Setyawigoena mengatakan, Sinergi Data Ggahiji Priangan Timur bakal digunakan Pemerintah Kota Tasikmalaya, Pemkab Tasikmalaya, Ciamis, Kota Banjar dan Pangandaran melalui satu platform. Data tersebut dapat memantau perkembangan nilai pangan, kondisi pasokan, neraca pangan, surplus, defisit komoditas, dan penyelenggaraan program stabilisasi nilai sebagai bahan koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

"Penguatan sistem untuk mendukung koordinasi pengendalian inflasi lebih berbasis info memungkinkan potensi tekanan nilai diidentifikasi lebih awal. Salah satu fitur nan dikembangkan ialah sistem peringatan awal dan proyeksi nilai berbasis AI. Teknologi digunakan untuk mengolah pola historis perkembangan nilai pangan, sehingga dapat menghasilkan indikasi potensi pergerakan nilai ke depan," ujarnya, Kamis (30/7).

Menurut dia, Sindang Priatim dilengkapi dengan fitur neraca pangan, pemantauan pasokan komoditas pangan strategis, info surplus dan defisit antarwilayah, serta info penyelenggaraan operasi pasarurah (OPM) dan aktivitas pangan murah (GPM) terhubung dengan peta digital. Informasi letak pasar murah dapat diakses untuk membantu masyarakat mengetahui penyelenggaraan program stabilisasi nilai di wilayah mereka.


KEBIJAKAN LEBIH DINI


"Ketersediaan info berbobot merupakan salah satu prasyarat krusial terutama dalam perumusan kebijakan pengendalian inflasi. Pengendalian inflasi memerlukan info cepat, jeli dan dipercaya. Melalui Sindang Priatim beragam wilayah info dihimpun dalam satu platform sehingga dapat mendukung identifikasi tekanan nilai dan koordinasi kebijakan lebih awal dan terarah,” tandas Azhar.

Menurutnya, Sindang mulai dikembangkan Bank Indonesia Tasikmalaya pada 2024 sebagai dashboard pemantauan nilai pangan. Sistem tersebut kemudian secara berjenjang dikembangkan dengan menambahkan info pasokan, neraca pangan, kajian pergerakan harga, fitur pendukung perencanaan intervensi serta pertimbangan kebijakan.

Integrasi info lintas wilayah dinilai krusial lantaran perkembangan nilai pangan tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi di satu wilayah.

Menurut dia, pemerintah wilayah berkedudukan dalam penyediaan, pemutakhiran dan pengesahan info sesuai dengan kewenangan masing-masing. Data dapat digunakan sebagai bahan penyusunan kebijakan, penentuan intervensi, pertimbangan program pengendalian inflasi.

Selengkapnya