Bikin Bangga Jateng, Siswa SD Peraih Pengakuan NASA Dapat Laptop dari Ahmad Luthfi

17 jam yang lalu 4
Bikin Bangga Jateng, Siswa SD Peraih Pengakuan NASA Dapat Laptop dari Ahmad Luthfi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi (kiri) berjumpa dengan Ibrahim Al Abrar.(Dok Pemprov Jawa Tengah)

GUBERNUR Jawa Tengah Ahmad Luthfi memberikan apresiasi kepada Ibrahim Al Abrar, siswa SD Negeri 3 Genengsari, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali, nan sukses memperoleh pengakuan dari Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) setelah menemukan kerentanan keamanan pada salah satu sistemnya. 

Sebagai corak dukungan, Luthfi menghadiahkan sebuah laptop agar Ibrahim semakin giat mengembangkan keahlian di bagian coding dan keamanan siber.

Dalam pertemuan itu, Luthfi juga berbincang mengenai cita-cita Ibrahim. "Kamu jika sudah besar pengin jadi apa?" tanya Luthfi saat menerima Ibrahim di ruang kerjanya, Rabu, (29/7).

"Jadi cyber security professional," jawab Ibrahim.

Luthfi mengapresiasi semangat belajar Ibrahim nan sejak duduk di bangku kelas 4 SD telah mendalami coding dan keamanan siber secara mandiri.

Menurutnya, talenta-talenta muda seperti Ibrahim perlu mendapat support agar bisa terus berkembang dan mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional.

Prestasi Ibrahim bermulai saat dia menemukan kerentanan broken link hijacking pada salah satu sistem nan masuk dalam cakupan Vulnerability Disclosure Policy (VDP) NASA. Temuan tersebut berasal dari tautan media sosial NASA nan sudah tidak aktif, sehingga berpotensi diambil alih oleh pihak lain untuk kepentingan phishing maupun penyebaran info tiruan nan mengatasnamakan lembaga tersebut.

Temuan itu kemudian dilaporkan melalui sistem responsible disclosure dan diverifikasi oleh tim keamanan NASA. Atas kontribusinya, Ibrahim menerima Letter of Recognition tertanggal 9 Juli 2026 sebagai corak apresiasi lantaran telah membantu meningkatkan keamanan sistem NASA.

Ibrahim mengaku, memerlukan waktu sekitar enam hari untuk memastikan temuannya. Selama proses tersebut, dia menghabiskan waktu tiga hingga empat jam setiap hari di depan komputer.

Ia menjelaskan, proses pencarian dilakukan dengan support perangkat berbasis kepintaran buatan DeepSeek. Namun, keahlian coding nan dimilikinya diperoleh melalui belajar secara otodidak dari internet, YouTube, organisasi daring, serta pengarahan orangtuanya nan merupakan pembimbing komputer di salah satu SMK di Boyolali.

Selain NASA, Ibrahim juga pernah menemukan kerentanan pada sistem milik Pemerintah Provinsi Lampung dan memperoleh sertifikat penghargaan.

Dalam kesempatan itu, Ibrahim mengaku senang atas perhatian nan diberikan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Ia berambisi support tersebut menjadi penyemangat untuk terus belajar dan membangun portofolio di bagian keamanan siber.

"Harapannya saya bisa berkembang lagi terus bisa membangun portofolio saya untuk ke depannya nanti," katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Sadimin, mengatakan apresiasi nan diberikan Pemprov merupakan corak support terhadap pelajar berprestasi agar terus mengembangkan potensinya.

"Mas Ibrahim ini butuh laptop. Maka kami berikan laptop, tas, dan perlengkapan pendidikan. Anak seusia SD sudah mendapat penghargaan dari NASA. Tentu kudu kita apresiasi agar kelak berkembang," ujar Sadimin.

Selain support tersebut, Ibrahim juga memperoleh danasiwa dari SMP Islam Al Abidin Surakarta untuk melanjutkan pendidikan. Beasiswa itu diberikan oleh pihak sekolah sebagai corak penghargaan atas prestasi Ibrahim.(RO/E-4)

Selengkapnya