Jakarta, CNBC Indonesia - Polandia terancam mengalami kekeringan terburuk setelah gelombang panas nyaris 40 derajat celcius. Tandanya juga sudah terlihat dari sebuah sungai nan menampilkan daratan seperti pulau berpasir.
Hamparan berpasir itu terlihat di permukaan Sungai Vistula, Polandia. Dari gambar nan beredar memperlihatkan sebagian besar sungai sekarang muncul daratan.
Ahli hidrologi dari Institut Meteorologi dan Pengelolaan Air (IMGW) di Warsawa, Pawel Staniszewski mengatakan peringatan soal kekeringan seiring menurunnya debit air sungai juga telah diberlakukan di seluruh negeri.
Salah satu akibat kekeringan juga terjadi di Sungai San berada di kota Stalowa Wola, nan mencatat rekor permukaan air terendah. Begitu juga sungai terpanjang di Polandia, Vistula mengalami penurunan debit air.
Kondisi parah ini memaksa pemerintah setempat memberlakukan penggunaan air untuk sektor industri.
Dia juga mengatakan wilayah paling terdampak dari kekeringan ini adalah Polandia bagian selatan. Di sana aliran sungai tercatat sangat rendah.
Dampaknya bisa mengganggu beragam sektor dari pertanian, industri hingga infrastruktur.
Ada beragam argumen penyebab kekeringan di Polandia. Bukan hanya lantaran suhu udara tinggi, menurunya juga lantaran minimnya curah hujan dalam waktu panjang.
Fenomena ini juga belum pernah dialami seorang penduduk berumur 70 tahun berjulukan Edward Gazda. Dia mengatakan sekarang orang bisa menyeberangi sungai dengan celana pendeknya dan rumput nan mulai tumbuh di area nan selalu terendam air.
"Selama 70 tahun hidup saya, saya belum pernah memandang permukaan air serendah ini. Hari ini orang bisa menyeberanginya hanya dengan mengenakan celana pendek, padahal bertahun-tahun nan lampau ketinggian air bisa mencapai leher," kata Gazda dikutip dari Reuters, Sabtu (8/8/2026).
"Rumput sekarang tumbuh di area nan sebelumnya selalu terendam air," dia menjelaskan.
(pgr/pgr)
[Gambas:Video CNBC]

1 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·