Bojongloa Kaler Bandung Masuk 10 Besar Nasional Pemain Judi Online Terbanyak, Capai 5.090 Orang

4 hari yang lalu 10
Bojongloa Kaler Bandung Masuk 10 Besar Nasional Pemain Judi Online Terbanyak, Capai 5.090 Orang Ilustrasi(ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)

DARI 30 kecamatan nan ada di Kota Bandung, Jawa Barat (Jabar), Kecamatan Bojongloa Kaler, mencatat rekor dan sekarang tengah menjadi sorotan, lantaran masuk dalam 10 besar nasional sebagai wilayah dengan jumlah pemain judi online (judol) terbanyak di Indonesia.

Berdasarkan info Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), ranking pertama ialah Kecamatan Cengkareng (Jakarta Barat) 21.497 pemain, Cakung (Jakarta Timur) 14.664, Tanjung Priok (Jakarta Utara) 13.769 dan Kebayoran Lama (Jakarta Selatan) 9.948 pemain.

Kemudian Bekasi Utara (Kota Bekasi) 7.793, Cibinong (Bogor) 7.033, Pasar Kemis (Kabupaten Tangerang) 6.647, Cipondoh (Kota Tangerang) 6.463, Baleendah (Kabupaten Bandung) 5.910 dan Bojongloa Kaler (Kota Bandung) 5.090 pemain.

Menanggapi temuan mengejutkan dari PPATK nan mencatat adanya 5.090 pemain di area Kecamatan Bojongloa Kaler tersebut, Wakil Wali Kota Bandung, Erwin mendesak agar para pecandu judol segera ditangani oleh psikiater, layaknya korban penyalahgunaan narkoba.

"Makanya jika perlu orang nan kena (main) judol ini ditangani psikiater lantaran mereka sudah menjadi kecanduan, sudah agak susah (berhenti),” tegasnya Jumat (17/7).

Menurut Erwin pemain judol sama dengan pecandu narkoba nan perlu direhabilitasi. Tetapi nan paling krusial dalam mencegah gambling tersebut tentu mereka kudu mempunyai pondasi agama.

"Jadi perlu program-program nan ditekankan kembali, seperti training Dai di tiap kelurahan lantaran pengaruh dari gambling ini, selain uangnya haram, tidak ada manfaatnya, juga efeknya rumah tangga bisa bubar, bisa hancur dengan gambling ini," terangnya.

Atas perihal tersebut, Erwin berambisi pendidikan kepercayaan di Kota Bandung kudu tambah diperkuat lantaran pengaruh dari gambling ini bisa berakibat jelek bagi masyarakat alias para pemain terutama bagi perekonomian. “Bahwa pengaruh dari gambling ini, mau judol alias apa pun. Orang jika sudah main gambling itu bisa lenyap semuanya, apa pun bisa dia jual," tandasnya.

Saat disinggung mengenai tindakan bagi Kecamatan Bojongloa Kaler, Erwin menyebut, tentunya perlu dibahas dengan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan.

"Nanti coba dibicarakan, jika memang Pak Wali bisa memberikan kebijakan, ya bagus. Penekanannya ke akhlakul karimah. Bagaimana sih pengaruh gambling ini, jika memang datanya ada kita undang semua,” ucapnya.

Erwin menambahkan, langkah tersebut perlu dilakukan lantaran selain berakibat jelek bagi family dan perekonomian, gambling ini bisa menimbulkan tindakan kriminalitas. Ini dampaknya lebih luar biasa daripada narkoba, jika sudah gambling ini, apa pun dia bisa halalkan, bisa jahat juga ujungnya nanti. 

“Kan ada juga kejadian orang gambling menjual istrinya, itu kan efeknya besar, nan paling krusial dilakukan di wilayah Kecamatan Bojongloa Kaler ialah dengan memperkuat akhlakul karimah melalui pendidikan agama,” sambungnya. (AN)

Selengkapnya