Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menegaskan komitmennya dalam mendukung Program 3 Juta Rumah melalui penyediaan pembiayaan nan menjangkau masyarakat sekaligus pelaku upaya di sektor perumahan.
Dukungan tersebut diwujudkan melalui partisipasi BRI dalam Akad Massal Debitur KPR Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) serta Kredit Program Perumahan (KPP) nan digelar di Perumahan Puri Delta City Side, Kabupaten Batang, Jawa Tengah (30/7/2026).
Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah, sektor perbankan, pengembang, dan bumi upaya menjadi fondasi krusial dalam memperluas penyediaan rumah bagi masyarakat sekaligus mencerminkan semangat Indonesia Incorporated.
"Inilah nan kita maksud dengan Indonesia Incorporated: nan besar membantu nan kecil, dan nan mini bekerja keras untuk menjadi produktif. Kita sadar bahwa apa nan sudah kita capai cukup membanggakan, tetapi kita juga sadar bahwa kebutuhannya tetap sangat besar," ungkap Prabowo dalam keterangan tertulis, Jumat (31/7/2026).
Sementara itu, Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyampaikan bahwa BRI sebagai bagian dari Danantara terus memperkuat dukungannya terhadap Program 3 Juta Rumah melalui penyediaan pembiayaan nan menjangkau masyarakat maupun pelaku upaya di sektor perumahan.
"Sebagai bank nan berfokus pada pemberdayaan ekonomi kerakyatan, BRI bakal terus memperkuat penyaluran pembiayaan perumahan melalui beragam skema nan menjangkau masyarakat maupun pelaku usaha," ujar Hery.
Peran BRI dalam mendukung sektor perumahan tidak hanya diwujudkan melalui pembiayaan bagi masyarakat sebagai pembeli rumah, tetapi juga melalui penguatan ekosistem perumahan dari hulu hingga hilir.
Selain menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) kepada masyarakat berpenghasilan rendah, BRI juga menyediakan pembiayaan bagi para developer melalui Kredit Program Perumahan (KPP) serta Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan guna mendukung pembangunan dan penyediaan kediaman nan berkualitas. Pendekatan tersebut diharapkan bisa memperkuat kapabilitas sektor perumahan sekaligus mempercepat penyediaan rumah layak bagi masyarakat.
Hery melanjutkan, sebagai bank nan berfokus pada pemberdayaan UMKM dan ekonomi kerakyatan, BRI memandang sektor perumahan sebagai salah satu penggerak utama aktivitas ekonomi nasional. Pasalnya, sektor tersebut mempunyai multiplier effect nan luas terhadap beragam sektor usaha, mulai dari industri bahan bangunan, jasa konstruksi, transportasi, hingga penyerapan tenaga kerja.
"Oleh lantaran itu, BRI bakal terus memperluas akses pembiayaan nan inklusif dan berkepanjangan guna mendukung terciptanya ekosistem perumahan nan sehat, memperkuat pertumbuhan ekonomi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat," imbuh Hery.
Di sisi lain, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait menjelaskan, penyaluran rumah subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) pada 2025 menjadi nan tertinggi sejak program tersebut diluncurkan pada 2010.
"Selama 15 tahun, sejak 2010 hingga 2025, capaian tertinggi baru terjadi pada masa pemerintahan Bapak Presiden Prabowo. Sebelumnya, pada 2023 penyaluran mencapai 228.000 unit. Pada 2025, di tahun pertama pemerintahan Bapak Presiden, penyaluran rumah subsidi mencapai 278.000 unit, tertinggi sepanjang sejarah," ujar Maruarar.
Dalam penyelenggaraan janji massal tersebut, sebanyak 6.059 debitur BRI menjadi bagian dari sekitar 62.000 peserta Akad Massal Debitur KPR Sejahtera FLPP secara nasional. Pada kesempatan nan sama, BRI juga menyalurkan Kredit Program Perumahan senilai Rp880 miliar kepada 7.100 debitur, nan terdiri atas pembiayaan sisi supply sebesar Rp308 miliar kepada 227 debitur dan sisi demand sebesar Rp572 miliar kepada 6.873 debitur.
Dukungan BRI terhadap Program 3 Juta Rumah juga tercermin dari penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP). Sejak Oktober 2025 hingga 28 Juli 2026, BRI telah menyalurkan KPP senilai Rp12,17 triliun kepada 87.055 penerima. Adapun pada periode Januari hingga 28 Juli 2026, realisasi penyaluran KPP mencapai Rp10,94 triliun kepada 78.520 penerima alias 91,18% dari sasaran penyaluran tahun 2026 sebesar Rp12 triliun.
Peran BRI dalam memperkuat ekonomi kerakyatan juga tercermin dari penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Sejak 2015 hingga Juni 2026, BRI telah menyalurkan KUR senilai Rp1.539 triliun kepada 45,4 juta penerima. Sementara itu, sepanjang Januari hingga Juni 2026, realisasi penyaluran KUR mencapai Rp103,81 triliun kepada 2.009.310 penerima.
Acara Akad Massal Debitur KPR Sejahtera FLPP, KPP, serta penyaluran KUR tersebut turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, sejumlah personil Kabinet Merah Putih, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Jaksa Agung ST Burhanuddin, jejeran kementerian/lembaga, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Kepala Badan Pengaturan BUMN sekaligus Chief Operating Officer Danantara Indonesia Dony Oskaria, pemerintah daerah, BP Tapera, bank penyalur FLPP, dan para developer perumahan.
(dpu/dpu)
[Gambas:Video CNBC]

1 jam yang lalu
3







English (US) ·
Indonesian (ID) ·