Bos Freeport Beberkan Proyek Tambang Masa Depan

1 hari yang lalu 4

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Freeport Indonesia (PTFI) tengah menyiapkan proyek tambang bawah ialah tanah Kucing Liar di distrik mineral Grasberg, Papua Tengah. Tambang anyar nan ditargetkan beraksi pada tahun 2029 itu nantinya bakal menjadi tulang punggung operasional masa depan perusahaan.

Proyek dengan persediaan hingga 7 miliar pon tembaga dan 7 juta ons emas itu dirancang untuk menjamin keberlanjutan produksi mineral nasional setelah persediaan di blok tambang nan beraksi saat ini mulai memasuki fase penurunan.

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas menjelaskan bahwa persediaan nan dimiliki perusahaan saat ini sebenarnya tetap mencukupi untuk mendukung aktivitas penambangan hingga tahun 2050.

Tak hanya sampai di situ, Freeport juga siap melakukan eksplorasi lebih mendalam untuk menemukan persediaan baru di level nan lebih bawah jika pemerintah memberikan kepastian perpanjangan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) setelah tahun 2041 mendatang.

"Kucing Liar ini sekarang sedang kita develop terus rencana bakal mulai kita tambang di 2029. Tadinya di 2028 tapi kita undur setahun itu bakal total investasi di situ bakal kira-kira sekitar 72 triliun. Sekarang ini sudah terinvestasi udah 25 triliun dan ini persediaan kucing liar ini juga sangat bagus," kata Tony di Tembagapura Papua Tengah, dalam program Mining Zone CNBC Indonesia, dikutip Senin (24/8/2026).

Blok Kucing Liar diproyeksikan mempunyai kapabilitas penambangan bijih mencapai 130.000 hingga 140.000 ton per hari. Selama masa operasionalnya, tambang baru tersebut diperkirakan bisa memproduksi sekitar 7 miliar pon tembaga serta 7 juta ons emas untuk menyokong kebutuhan industri global.

"Jadi inilah tambang masa depan kita jadi sekarang kan ada tambang Grasberg Block Cave. Tapi kelak Grasberg ini bakal depleting ya Grasberg block caving ini bakal kemudian kelak suatu saat bakal lenyap bakal digantikan oleh Kucing Liar. Dan selanjutnya ini direncanakan bisa sampai tahun 2050 bahkan," imbuhnya.

Dari total nilai investasi untuk blok Kucing Liar nan mencapai Rp 72 triliun, perusahaan telah mengucurkan biaya sekitar Rp 25 triliun untuk persiapan akomodasi pendukung. Tambang baru tersebut dirancang untuk mempunyai kapabilitas penambangan bijih nan masif.

"Sekarang ini sudah terinvestasi udah 25 triliun dan ini persediaan kucing liar ini juga sangat bagus ya mungkin bisa sekitar 130-140 ribu ton per hari bijih," lanjutnya.

Untuk memastikan masa transisi produksi tidak terganggu, perusahaan memerlukan kepastian perpanjangan IUPK nan saat ini bertindak hingga tahun 2041. Hal itu dikarenakan aktivitas eksplorasi teknis dan pengembangan tambang baru memerlukan waktu persiapan nan sangat lama serta biaya nan mahal.

"Kalau misal diterbitkan sekarang IUPK-nya langsung kita eksplorasi dan kira-kira sebelum 2041 itu sudah berbarengan sehingga tidak kudu terjadi penurunan produksi nan signifikan. Ada sumber daya sebesar 3 miliar ton di bawahnya nan jika kita kerjakan mungkin bisa tambahan 20 tahun lagi alias lebih dari 2061," tandasnya.

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya