Bos Merek Mobil China Jawab Isu Sparepart Langka dan Harga Bekas Jatuh

2 jam yang lalu 8

Jakarta, CNBC Indonesia - Stigma terhadap mobil asal China tetap menjadi tantangan bagi banyak merek baru di Indonesia. Selain soal nilai jual kembali nan dinilai belum kuat, jasa purnajual juga kerap disorot, terutama mengenai kesiapan suku cadang nan dianggap susah didapat dan memerlukan waktu lama saat kudu melakukan penggantian.

Jetour Indonesia menilai persepsi tersebut perlu dijawab dengan kesiapan jaringan aftersales nan sudah dibangun sejak awal. Perseroan mengandalkan pasokan suku cadang, sistem pemantauan stok hingga perlindungan agunan untuk meningkatkan kepercayaan konsumen.

Aftersales Deputy Director PT Jetour Motor Indonesia Wildan Suyuthi mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan instansi pusat mengenai penyediaan suku cadang. Menurutnya, Indonesia menjadi salah satu pasar krusial sehingga pasokan komponen telah mendapat perhatian unik dari prinsipal.

"Kita komunikasi dengan headquarter lantaran mereka produksi sparepart di sana. Untuk penyediaan sparepart, headquarter memberi agunan bahwa Indonesia market penting, jadi jangan cemas dengan kesiapan sparepart," katanya di GIIAS, Jumat (31/7/2026).

Sebagai penopang jasa purnajual, Jetour juga telah menyiapkan pusat pengedaran suku cadang di Cikarang. Gudang tersebut menjadi pusat pengedaran untuk memasok kebutuhan jaringan dealer di beragam wilayah sehingga proses pengiriman dapat berjalan lebih cepat.

"Kami punya penyimpanan di Cikarang sebagai central hub dengan luasan lebih dari 2.000 meter persegi. Sampai Juli kemarin sekitar 31.000 pieces sparepart kami sediakan untuk memenuhi kebutuhan," ujar Wildan.

Di sisi lain, pengelolaan stok juga dilakukan langsung berbareng jaringan dealer. Sales Director PT Jetour Sales Indonesia Michael Budihardja mewajibkan sistem pemantauan dibuat agar kesiapan komponen tetap terjaga, baik untuk suku cadang nan sering digunakan maupun nan permintaannya lebih rendah.

"Kami juga mewajibkan dealer punya initial stock agar tidak kosong. Kami memonitor sistem, jika stok dealer menipis kita langsung komunikasi untuk tambah inventory. Stok kami bagi berasas fast moving dan slow moving untuk memastikan ketersediaan. Di sistem sudah ada warning ketika stok mulai menipis, sehingga dealer bisa segera menambah inventory. Untuk fast moving jumlahnya lebih banyak, sedangkan nan slow moving minimal tersedia satu unit di dealer," kata Michael.

Selain memastikan jasa purnajual, Jetour juga berupaya menjawab kekhawatiran konsumen mengenai nilai jual kembali mobil asal China nan kerap Distigmakan turun. Perusahaan memilih memperkuat perlindungan kendaraan agar kondisi mobil tetap terjaga selama masa kepemilikan.

"Untuk resale value, salah satunya adalah dengan warranty dan free maintenance agar kondisi mobil tetap prima sehingga nilai jualnya tetap terjaga. Untuk unit terbaru Jetour T2 i-DM kami memberikan agunan kendaraan selama 6 tahun alias unlimited kilometer, serta agunan baterai selama 8 tahun alias 160.000 kilometer," ujar Michael.

(dce) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya