Kata-Kata Bos Danantara Soal Utang Whoosh, Singgung PT Pos dan BUMN Ini

1 jam yang lalu 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung (KCJB) tetap membebani pemegang saham, termasuk PT Kereta Api Indonesia (Persero). Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) sekaligus COO BPI Danantara Dony Oskaria meminta semua pihak untuk bersabar menunggu untuk penyelesaian persoalan utang nan ada.

Berdasarkan laporan finansial konsolidasian interim PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk periode enam bulan nan berhujung 30 Juni 2026, PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) nan merupakan konsorsium BUMN nan menjadi pemegang saham langsung KCIC mencatatkan kerugian bersih sebesar Rp5,13 triliun hanya dalam kurun enam bulan pertama tahun ini.

Angka tersebut melampaui total kerugian sepanjang tahun 2025 nan tercatat Rp4,99 triliun, mengindikasikan laju pembengkakan rugi nan jauh lebih sigap dari tahun sebelumnya. Sebagai pemegang saham kebanyakan PSBI dengan porsi kepemilikan 58,53%, KAI turut menanggung beban terbesar dari kerugian ini.

PT KAI (Persero) membukukan rugi bersih PSBI/Whoosh nan ditanggung perseroan sebesar Rp3 triliun pada semester pertama 2026 ini.

"Jadi teman-teman perlu tahu ya, mesti dilihat perspektif nan lebih luas mengenai BUMN. Kami nan baru ini sebenarnya menyelesaikan problem-problem nan ada," kata Dony, di area Istana Kepresidenan, Jumat (31/7/2026).

"Problem-problem ini kan sudah ada sebelumnya dengan dimensi nan luar biasa besarnya. Nah tentu kita energinya juga terbatas. Satu-satu kudu diberesin, ini belum selesai," tambahnya.

Dia menjelaskan, Danantara juga tengah menangani masalah finansial PT Pos Indonesia (Persero), PT Adhi Commuter Properti Tbk.

"Itu kan peninggalan nan kudu dibereskan pada saat ini. Jadi sabar, satu-satu, saya juga punya keterbatasan energi, keterbatasan waktu. Satu-satu kita rapikan," kata Dony.

Dalam kesempatan itu Dony juga belum bisa membeberkan skema pembenahan hutang kereta sigap nan bakal dijalankan pemerintah. Namun dia memastikan bahwa ada rencana pengambilalihan mega proyek nan dibangun berbareng konsorsium dari China.

"Insya allah kemungkinan bakal dilakukan dengan pola demikian (di-take over pemerintah), bakal dihibahkan. Nah lantaran itu maksud saya satu satu kita bereskan," katanya.

"Mudah-mudahan dalam beberapa minggu ini bakal segera beres," tuturnya.

(dce) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya