Bos Rp 7.200 Triliun Mau Turun Tahta, Group Perusahaan Memanas

43 menit yang lalu 1

Jakarta, CNBC Indonesia -Ketua Tata Sons, perusahaan induk investasi utama Tata Group asal India nan mempunyai nilai sekitar US$400 miliar (Rp 7.200 triliun), sedang mempertimbangkan untuk mengundurkan diri. Hal ini terjadi di tengah ketegangan antara dirinya dengan pemegang saham terbesar perusahaan, Tata Trusts.

Mengutip Reuters Rabu (12/8/2026), perihal ini diungkap sumber nan mengetahui langsung persoalan tersebut. Sumber nan meminta identitasnya dirahasiakan.

Tata Trusts sendiri merupakan badan kebaikan nan menaungi grup tersebut, dengan saham sekitar 66% di Tata Sons. Perusahaan mengendalikan lebih dari 30 perusahaan dalam grup Tata, termasuk Tata Consultancy Services (TCS), Tata Motors, dan Air India.

"Kedua pihak disebut terlibat perselisihan mengenai komposisi majelis direksi, strategi perusahaan, serta rencana keluarnya pemegang saham minoritas Shapoorji Pallonji," bunyi laporan itu.

"Perselisihan tersebut apalagi berujung pada pencopotan salah satu kepala Tata Sons," tambahnya. "N.Chandrasekaran memang sedang mempertimbangkan untuk mundur, tetapi belum ada keputusan final".

Hal sama juga diungkap The Economic Times Rabu. Laporan menyebut Chandrasekaran telah membahas kemungkinan pengunduran dirinya dengan sejumlah orang dekat.

"Hal itu terjadi menjelang rapat umum tahunan Tata Sons pada 18 Agustus, ketika para pemegang saham bakal memberikan bunyi mengenai pengangkatannya kembali sebagai ketua," bunyi laporan laman itu.

Tata Sons sendiri belum memberikan tanggapan mengenai buletin ini. Chandrasekaran juga belum dapat dihubungi.

Sebelumnya, pada Februari, Tata Sons menunda keputusan mengenai pengangkatan kembali Chandrasekaran. Ini setelah Ketua Tata Trusts, Noel Tata, menentang langkah tersebut.

Chandrasekaran berasosiasi dengan Tata Group pada 1987. Ia kemudian menjadi CEO Tata Consultancy Services pada 2009 sebelum mengambil alih posisi ketua Tata Sons pada 2017.

(sef/sef) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya