Jakarta, CNBC Indonesia - Struktur kepemimpinan tertinggi Kudokai, sindikat kejahatan yakuza nan terdaftar di Kitakyushu, Prefektur Fukuoka, dilaporkan telah resmi berganti. Pengumuman restrukturisasi organisasi pidana tersebut dirilis secara resmi oleh Komisi Keselamatan Publik Prefektur Fukuoka melalui lembaran buletin resmi negara.
Mengutip laporan The Japan Times, Jumat (17/07/2026), Fumio Tanoue nan saat ini berumur 70 tahun dan menjabat sebagai ketua Kudokai, bakal naik menggantikan posisi Satoru Nomura nan telah menginjak usia 79 tahun. Berdasarkan info dari sumber penyelidik kepolisian, Nomura sendiri tercatat mulai menjabat sebagai pemimpin utama golongan tersebut sejak tahun 2011, dan telah memimpin sindikat ini secara efektif selama 26 tahun.
Hal ini otomatis menimbulkan respons dari kepolisian Jepang. Pihak berkuasa itu menegaskan bahwa pergantian pucuk ketua ini tidak bakal menyurutkan operasi pemberantasan kejahatan terorganisir di wilayah tersebut.
"Ini hanyalah salah satu dari fase nan ada, dan kami tidak bakal pernah melonggarkan upaya kami sampai golongan ini sepenuhnya musnah," tandas salah satu pejabat senior kepolisian prefektur setempat mengenai komitmen pemberantasan yakuza.
Sebelumnya, Nomura telah didakwa atas kasus pembunuhan serta percobaan pembunuhan terorganisir lantaran keterlibatannya dalam empat tindakan serangan sadis terhadap penduduk sipil. Atas tindakan pidana tersebut, dia sempat dijatuhi vonis balasan meninggal oleh Pengadilan Distrik Fukuoka dan saat ini tengah mendekam di Rumah Tahanan Fukuoka.
Namun dalam proses sidang banding pada Maret 2024, Pengadilan Tinggi Fukuoka membatalkan vonis meninggal tersebut. Pengadilan lampau menurunkan hukumannya menjadi penjara seumur hidup, sebelum akhirnya Nomura mengusulkan banding lanjutan ke Mahkamah Agung.
Indikasi keretakan takhta kepemimpinan di internal sindikat ini mulai terendus sejak Maret tahun ini, ketika Kepolisian Prefektur Fukuoka sukses mengamankan sebuah surat pemberitahuan tertulis. Surat nan dikirimkan oleh internal Kudokai kepada kelompok-kelompok yakuza lainnya tersebut secara spesifik menyatakan bahwa Nomura telah resmi pensiun dari jabatannya.
Memasuki akhir Juni, pihak kepolisian akhirnya menilai bahwa Nomura sebagian besar telah kehilangan kendali dan pengaruhnya atas roda organisasi pidana tersebut. Penilaian objektif di lapangan ini kemudian dilaporkan secara resmi kepada komisi keselamatan publik untuk melegalkan status perubahan kepemimpinan.
Seiring dengan hilangnya pengaruh Nomura, otoritas mengenai juga memutuskan untuk mencabut perintah pembatasan terhadap rumah pribadi Nomura nan merangkap sebagai kantornya. Fasilitas properti tersebut sebelumnya telah dikenai status pembatasan ketat sejak tahun 2014 guna mencegah para personil Kudokai menyalahgunakan tempat itu sebagai markas persekongkolan kejahatan.
(tps/sef)
Addsource on Google

4 hari yang lalu
9







English (US) ·
Indonesian (ID) ·