BPBD Catat 15 Titik Banjir di Kota Padang, Warga Diminta Waspada Cuaca Ekstrem

2 jam yang lalu 5
BPBD Catat 15 Titik Banjir di Kota Padang, Warga Diminta Waspada Cuaca Ekstrem Ilustrasi banjir di Padang(ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)

HUJAN dengan intensitas lebat nan mengguyur Kota Padang sejak Senin siang (3/8) dan tetap berjalan hingga sore, menyebabkan banjir merendam ribuan rumah penduduk di sedikitnya 15 titik. Sejumlah area mengalami genangan cukup tinggi sehingga proses pemindahan penduduk tetap berlangsung.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Barat Ilham Wahab, mengatakan tim campuran tetap melakukan pendataan sekaligus pemindahan penduduk nan terdampak banjir di sejumlah lokasi.

"Tim BPBD berbareng unsur TNI, Polri, Basarnas, pemerintah kota, dan relawan tetap berada di lapangan untuk melakukan pemindahan serta pendataan terhadap penduduk terdampak. Curah hujan nan tinggi menyebabkan sejumlah area permukiman terendam," kata Ilham Wahab.

Berdasarkan info BPBD hingga Senin sore, sedikitnya terdapat 15 titik banjir nan tersebar di beragam area Kota Padang.

Lokasi nan saat ini tetap dalam proses pemindahan meliputi Lubuk Minturun, Sungai Lareh, RT 01 RW 01 Pasa Lalang, Kecamatan Kuranji, RT 02 RW 06 Lapau Munggu, Kecamatan Kuranji, serta Gunuang Sariak

Sementara itu, sejumlah letak lainnya juga dilaporkan terendam, namun proses pemindahan belum dilakukan lantaran petugas tetap melakukan asesmen kondisi di lapangan.

Lokasi tersebut antara lain Perumahan Abi Lumin, Lubuk Timpuruang Guo, Komplek Wahana II Kuranji, belakang RSI Siti Rahmah Aia Pacah, belakang RSUD dr. Rasidin Aia Pacah, SDIT Alam Ar Royyan Bypass Pegambiran, SMP Negeri 27 Sungai Sapih di belakang Kantor Balai Kota Padang, RT 01 RW 07 Pasa Lalang Kuranji, Lapau Banjuang Pasar Pagi Balai Baru Kuranji, serta Jalan Usang Sungai Sapiah, Simpang Perumahan Taman Asri III.

BPBD tetap menghimpun info jumlah rumah dan penduduk nan terdampak banjir. Pendataan dilakukan secara berjenjang mengingat genangan tetap terjadi di sejumlah area dan hujan belum sepenuhnya reda.

Ilham mengimbau masyarakat, khususnya nan tinggal di wilayah rendah, bantaran sungai, dan area rawan banjir, untuk meningkatkan kewaspadaan serta mengikuti pengarahan petugas andaikan diminta melakukan evakuasi.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada lantaran hujan tetap berpotensi terjadi. Apabila kondisi air terus meningkat, segera mengungsi ke letak nan lebih kondusif dan ikuti pengarahan petugas di lapangan," ujarnya.

Sementara itu, BMKG mengeluarkan peringatan awal cuaca pada Senin (3/8) pukul 17.19 WIB. BMKG menyebut hujan dengan intensitas sedang hingga lebat nan dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang tetap berpotensi terjadi mulai pukul 17.30 WIB.

Untuk Kota Padang, potensi cuaca ekstrem diperkirakan terjadi di Padang Selatan, Padang Timur, Padang Barat, Padang Utara, Bungus Teluk Kabung, Lubuk Begalung, Lubuk Kilangan, Pauh, Kuranji, Nanggalo, dan Koto Tangah.

BMKG juga menyebut kondisi cuaca tersebut berpotensi meluas ke sejumlah wilayah lain di Sumatera Barat, termasuk Kabupaten Pesisir Selatan, Padang Pariaman, Agam, Solok Selatan, Pasaman Barat, Dharmasraya, Sijunjung, Solok, serta Kota Pariaman. Potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang diperkirakan tetap berjalan hingga sekitar pukul 20.00 WIB.

BPBD mengingatkan masyarakat agar terus memantau perkembangan info cuaca, menghindari aktivitas di sekitar sungai nan meluap, serta mewaspadai kemungkinan banjir susulan maupun pohon tumbang andaikan hujan deras terus berlanjut. (YH)

Selengkapnya