BPBD Kabupaten Bekasi Salurkan 5,7 Juta Liter Air Bersih Atasi Kekeringan

1 jam yang lalu 3
BPBD Kabupaten Bekasi Salurkan 5,7 Juta Liter Air Bersih Atasi Kekeringan BPBD Kabupaten Bekasi Salurkan 5,7 Juta Liter Air Bersih ke Wilayah Terdampak Kekeringan.(DOK.PEMKABBEKASI)

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi terus mengintensifkan pendistribusian support air bersih bagi penduduk nan terdampak kekeringan. Hingga Kamis (20/8) sore, total air bersih nan telah disalurkan mencapai 5.797.500 liter sejak pengedaran perdana dimulai pada Selasa (9/6).

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi, Muchlis, menyatakan bahwa langkah ini merupakan upaya pemerintah wilayah dalam memenuhi kebutuhan dasar penduduk dan mencegah krisis air nan lebih luas sepanjang musim tandus tahun 2026. Bantuan ini menyasar 65.659 jiwa dari 21.333 kepala family (KK) nan tersebar di 192 letak penyaluran.

"Bantuan tetap terus dilakukan sepanjang dibutuhkan guna memenuhi kebutuhan dasar penduduk terdampak kekeringan," ujar Muchlis dalam keterangannya, Jumat (21/8).

Sebaran Wilayah Terdampak

Distribusi air bersih mencakup 35 desa di 11 wilayah kecamatan, meliputi Sukawangi, Babelan, Sukakarya, Pebayuran, Tambun Selatan, Cikarang Selatan, Cikarang Pusat, Serang Baru, Cibarusah, Bojongmangu, dan Setu. Wilayah selatan Kabupaten Bekasi tercatat sebagai titik terparah dengan konsentrasi kekeringan tertinggi di Kecamatan Cibarusah, Bojongmangu, dan Serang Baru.

Kecamatan Desa Terdampak (Titik Sebaran)
Cibarusah Cibarusah Kota (14), Ridomanah (13), Ridogalih (11), Cibarusah Jaya (7), Sirnajati (7)
Bojongmangu Medalkrisna (16), Karangindah (17), Karangmulya (3), Sukamukti (2), Bojongmangu (1)
Serang Baru Jayamulya (13), Nagasari (11), Nagacipta (7), Jayasampurna (5), Cilangkara (3)

Dampak pada Sektor Pertanian

Selain kebutuhan domestik, kekeringan juga memukul sektor pertanian produktif. Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriyadi, mengungkapkan bahwa terdapat 1.827 hektare lahan pertanian di 15 kecamatan dan 45 desa nan terdampak. Pemerintah wilayah sekarang mengupayakan sistem pompanisasi melalui koordinasi dengan Dinas Pertanian dan Perumda Tirta Bhagasasi untuk menyelamatkan lahan tersebut.

Untuk mendukung keberlanjutan pasokan, Pemkab Bekasi juga menyalurkan support sarana pendukung berupa toren penampungan air dan set sumur bor di sejumlah titik strategis. Penanganan ini melibatkan sinergi lintas instansi, mulai dari TNI-Polri, PMI, BBWS, Perum Jasa Tirta, hingga kontribusi CSR dari beragam perusahaan di area industri.

Dodi menambahkan, selain pengedaran logistik, langkah jangka panjang seperti normalisasi sungai, pembersihan sampah di aliran air, serta penertiban gedung liar terus dioptimalkan guna menjaga ketahanan air di wilayah Kabupaten Bekasi. (AK/I-1)

Selengkapnya