Petugas membikin sekat bakar agar karhutla tidak menjalar ke arah B-29 Lumajang, Jumat (7/8/2026).(Antara/BPBD Lumajang)
TIM Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang melakukan penanganan intensif terhadap kebakaran rimba dan lahan (karhutla) nan melanda area Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Titik api terpantau berada di area wisata Puncak B29, Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, menyatakan bahwa Regu TRC Siaga Posko Darurat Kekeringan dan Karhutla telah diterjunkan ke letak sejak Sabtu (8/8). Fokus pemadaman diarahkan pada titik api di area Bukit Sentigi Renteng dan Ledok Bedor.
"Regu TRC Siaga Posko Darurat Kekeringan dan Karhutla BPBD Lumajang telah bergerak menuju Desa Argosari pada Sabtu (8/8) untuk melakukan koordinasi lanjutan dan membantu penanganan kebakaran di area TNBTS ialah menuju titik api di area Bukit Sentigi Renteng dan Ledok Bedor," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, Minggu (9/8/2026).
Kronologi dan Upaya Pemadaman
Langkah antisipasi sebenarnya telah dilakukan sejak Kamis (6/8) melalui monitoring rutin untuk mencegah api merambat ke wilayah pemukiman alias vegetasi nan lebih luas di Lumajang. Pada Sabtu (8/8), tim tiba di Ledok Bedor untuk melakukan pemadaman langsung.
Penanganan di lapangan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan beragam unsur, antara lain:
- BPBD Kabupaten Lumajang (Regu TRC)
- TNBTS Resort Ranupane
- Babinsa Argosari dan Polsek Senduro
- Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Ranupane dan Argosari
- Forkopimca Senduro
Metode pemadaman dilakukan melalui dua jalur, ialah darat dan udara. Di darat, petugas menggunakan teknik manual seperti pembuatan sekat bakar dan gepyokan menggunakan cabang basah. Selain itu, dilakukan pemotongan pohon di sekitar jalur pengganti untuk memutus rantai penyebaran api.
Data Penanganan Karhutla TNBTS (Agustus 2026):
| Lokasi Utama | Puncak B29, Bukit Sentigi Renteng, Ledok Bedor |
| Dukungan Udara | 2 Unit Helikopter Water Bombing |
| Sumber Air Udara | Ranu Regulo |
| Waktu Operasi Udara | Jumat (7/8) dan Sabtu (8/8) |
| Penyebab & Luas | Dalam proses identifikasi dan asesmen TNBTS |
Dukungan Water Bombing
Mengingat medan nan susah dijangkau, operasi pemadaman diperkuat dengan support water bombing. Dua unit helikopter dikerahkan untuk melakukan pengeboman air dengan mengambil sumber air dari Ranu Regulo. Operasi udara ini telah berjalan sejak Jumat (7/8) dan bersambung hingga Sabtu (8/8).
Isnugroho menambahkan bahwa personel lapangan kudu kembali ke posko pada pukul 16.00 WIB setiap harinya demi aspek keamanan saat kondisi mulai gelap. Hingga saat ini, pihak TNBTS tetap melakukan penghitungan luas area nan terdampak, sementara identifikasi penyebab kebakaran tetap dalam penyelidikan petugas berwenang.
Pemerintah Kabupaten Lumajang berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi lintas sektor guna memastikan api betul-betul padam dan tidak menakut-nakuti ekosistem taman nasional maupun keselamatan masyarakat setempat.









English (US) ·
Indonesian (ID) ·