Aktivitas pedagang sayuran melayani pembeli di Pasar Senen, Jakarta Pusat, Selasa (4/8/2026).(MI/Usman Iskandar)
BADAN Pusat Statistik (BPS) melaporkan penurunan harga bawang merah nan cukup signifikan pada minggu kedua Agustus 2026. Secara nasional, komoditas ini mengalami penurunan nilai sebesar 10,64 persen.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengungkapkan bahwa nilai rata-rata nasional bawang merah sekarang berada di nomor Rp37.714 per kilogram (kg). Angka ini turun drastis dibandingkan pekan sebelumnya nan tetap tertahan di kisaran Rp42.000 per kg.
"Bawang merah pada kondisi minggu kedua Agustus ini mengalami penurunan nan cukup tinggi juga ialah turun 10,64 persen alias posisi harganya saat ini Rp37.714 dibandingkan minggu nan lampau harganya Rp42.000," ujar Ateng dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah nan diikuti secara daring di Jakarta, Selasa (18/8).
Ateng menjelaskan, posisi nilai saat ini telah berada di antara rentang pemisah bawah dan pemisah atas Harga Acuan Pemerintah (HAP) di tingkat konsumen, ialah sebesar Rp41.500 per kg. Kendati demikian, BPS memberikan catatan unik bagi wilayah Indonesia bagian timur.
Tantangan Distribusi di Wilayah Timur
Meski tren nasional menurun, sejumlah wilayah di wilayah timur Indonesia tetap mencatatkan nilai bawang merah nan jauh melampaui HAP. Hal ini diduga akibat tantangan pengedaran nan lebih besar di wilayah tersebut.
Beberapa wilayah dengan nilai tertinggi di antaranya:
- Kabupaten Waropen: Rp83.500 per kg
- Kabupaten Deiyai: Rp83.333 per kg
- Kabupaten Mappi: Rp80.000 per kg
- Kabupaten Kaimana: Rp65.000 per kg
- Kabupaten Halmahera Selatan: Rp63.000 per kg
Perkembangan Harga Telur dan Minyak Goreng
Selain bawang merah, BPS juga memantau pergerakan nilai komoditas pangan lain seperti telur ayam ras dan minyak goreng:
| Telur Ayam Ras | Rp29.273 per kg | Turun 0,09% |
| Minyak Goreng (Semua Kualitas) | Rp20.216 per liter | Turun 0,06% |
| Minyakita | Rp16.348 per kg | - |
Untuk telur ayam ras, meskipun secara nasional turun, BPS mencatat tetap ada 128 kabupaten/kota (sekitar 38,89 persen) nan mengalami kenaikan harga. Sementara itu, untuk minyak goreng, terdapat 87 kabupaten/kota nan tetap mencatatkan tren kenaikan nilai di tengah penurunan tipis secara umum. (Ant/I-2)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·