Bukan Cuma Soal Tambang, Begini Kontribusi Freeport ke Ekonomi RI

9 jam yang lalu 4

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Freeport Indonesia (PTFI) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung perekonomian nasional melalui setoran pajak, dividen, royalti, maupun pungutan lainnya kepada negara. Lantas, apa saja buktinya?

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas mengatakan, tahun 2026 sebagai tahun penuh tantangan bagi PTFI lantaran perusahaan tetap dalam masa pemulihan usai kejadian longsoran lumpur basah di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) nan terjadi pada tahun 2025 lalu.

Di tengah proses pemulihan produksi, PTFI memastikan proses operasi terus berjalan dan kontribusi perusahaan kepada negara dipastikan terus bersambung dengan nilai puluhan miliar Dolar Amerika Serikat (AS) sejak 1973. Khusus tahun 2025 kemarin, Freeport Indonesia telah berkontribusi lebih dari US$ 4,7 miliar alias Rp 75 triliun.

"Dan tahun lampau saja kita berkontribusi kepada negara itu lebih dari US$ 4,7 miliar dan itu sekitar Rp 75 triliun dalam corak pajak, dividen, royalti, dan juga pungutan-pungutan lainnya. Baik nan langsung dibayarkan kepada negara ada juga sebagian langsung dibayarkan ke daerah," ujar dia dalam Closing Bell, CNBC Indonesia, Kamis (20/08/2026).

Pembayaran setoran tersebut merupakan bagian dari komitmen PTFI untuk terus berproduksi secara kondusif dan berkepanjangan dengan mendukung kesejahteraan dan ekonomi wilayah serta masyarakat lokal. Namun, dikarenakan tetap dalam masa pemulihan, kontribusi PTFI kepada negara pada 2026 diperkirakan sekitar Rp 47 triliun dan kemudian kontribusi tersebut ditargetkan kembali tumbuh mencapai Rp 120 triliun per tahun mulai tahun 2028.

Kenaikan kontribusi tersebut dapat terjadi ketika sasaran operasi PTFI mencapai 100% pada 2028. Seiring dengan itu, PTFI bisa berkontribusi ke negara lebih dari US$ 7 miliar alias setara Rp 100 triliun setiap tahunnya.

Di samping itu, lanjut dia, PTFI terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah dalam menyinergikan beragam program untuk memajukan ekonomi, kesehatan sosial budaya, infrastruktur, dan UMKM. Contohnya adalah program berobat cuma-cuma dan pendidikan berbobot bagi masyarakat setempat, sehingga dapat meningkatkan taraf kehidupan di Kabupaten Mimika. Terbukti, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Mimika mencapai 77,25 alias lebih tinggi dari IPM nasional.

Lebih lanjut, PTFI menggelontorkan biaya investasi lokal senilai US$ 100 juta setiap tahunnya untuk keperluan daerah. Investasi tersebut diberikan dalam corak program hingga tahun 2041 dengan konsentrasi pada bagian pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial, olahraga, dan budaya.

Tony bilang, program-program tersebut bukan hanya ditentukan oleh PTFI selaku penyelenggara. Pada dasarnya, PTFI juga meminta pendapat dari masyarakat setempat tentang program apa nan mau digencarkan dan sesuai dengan kebutuhan di wilayah tersebut. Dari situ, PTFI melakukan peninjauan atas program nan diusulkan.

"Contoh lah misalnya Sekolah Asrama Taruna Papua, ya bukan nggak mungkin kelak kita bakal bikin lagi Sekolah Asrama Taruna Papua. Itu kan dapat makanan bergizi cuma-cuma 5 kali satu hari ya. Pagi, siang, malam, dan juga 2 kali snack sih dan dapurnya disitu juga," kata dia.

PTFI pun menegaskan bahwa perusahaan secara berkala terus melakukan koordinasi dengan pemerintah. Langkah ini ditempuh agar tidak ada program nan tumpang tindih antara PTFI dan pemerintah. Sebab, program tersebut ditujukan bukan untuk perusahaan, melainkan untuk masyarakat setempat.

Tak ketinggalan, PTFI terus melakukan pemulihan dan penguatan sistem keselamatan pascainsiden material basah 2025. Sejumlah proyek, termasuk pembangunan drift, terowongan, serta sistem pompa untuk mengeluarkan material basah dari tambang terbuka, tengah dikerjakan oleh perusahaan dan ditargetkan dapat beraksi secara berjenjang hingga akhir 2027.

"Jadi ini diharapkan bisa mengurangi signifikan jumlah material basah nan ada di bottom pit nan menjadi sumber kejadian nan lalu," tandas dia.

(dpu/dpu) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya